-->

Jembatan Perintis Garuda Mulai Dibangun, Harapan Warga Embong Uram Kian Dekat

Lebong – Harapan baru mulai dirasakan masyarakat Desa Embong Uram, Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong. Jembatan Perintis Garuda kini memasuki tahap awal pengerjaan, ditandai dengan hadirnya alat berat excavator serta material batu split yang telah berada di lokasi pembangunan.

Pembangunan jembatan juga melibatkan masyarakat setempat melalui semangat gotong royong. Babinsa Kodim 0409/Rejang Lebong, Serka Sutrisno, turut hadir dan membantu warga dalam proses pembangunan sebagai bentuk nyata kebersamaan TNI dengan masyarakat.

Program tersebut merupakan salah satu program unggulan Presiden yang digagas di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana penghubung, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dilakukan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung mobilitas dan aktivitas perekonomian warga.

Jembatan yang dibangun berupa jembatan beton dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Infrastruktur tersebut nantinya menjadi akses penting bagi sekitar 878 kepala keluarga atau kurang lebih 1.000 jiwa, termasuk untuk menunjang aktivitas pertanian dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

Bagi warga, pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan sebuah jembatan. Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi jalan baru menuju kemudahan, mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga membantu anak-anak menuju sekolah. Dengan gotong royong, harapan masyarakat Embong Uram kini perlahan diwujudkan menjadi kenyataan.

Jembatan Perintis Garuda Rampung, Akses 1.000 Warga Pelabuhan Talang Liak Kembali Lancar

Lebong – Penantian panjang masyarakat Desa Pelabuhan Talang Liak, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, akhirnya berbuah lega. Jembatan Perintis Garuda yang selama ini dinantikan warga kini telah rampung 100 persen dan mulai dimanfaatkan sebagai akses penghubung utama. Kehadiran jembatan ini menjadi jawaban atas persoalan akses warga yang kerap terputus ketika debit sungai meningkat akibat hujan deras, Selasa (11/08/2026).


Jembatan gantung sepanjang 70 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut kini memberikan akses yang lebih aman bagi sekitar 350 kepala keluarga atau kurang lebih 1.000 jiwa. Tidak hanya menjadi jalur aktivitas harian, jembatan ini juga sangat penting bagi para petani yang membutuhkan akses menuju lahan serta membawa hasil pertanian ke permukiman.

Sebelumnya, kondisi jembatan lama yang rusak akibat derasnya arus sungai membuat mobilitas masyarakat terganggu. Warga harus menghadapi kesulitan untuk bekerja, anak-anak menuju sekolah, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan. Dengan selesainya pembangunan jembatan baru, aktivitas warga kini dapat kembali berlangsung dengan lebih lancar dan nyaman.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan melalui Kodim 0409/Rejang Lebong. Pembangunan tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat sekaligus membuka konektivitas di wilayah pedesaan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.

Proses pengerjaan jembatan juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan selama pembangunan tidak hanya membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya. Rampungnya Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar menghadirkan jalur penyeberangan baru, tetapi juga membuka kembali akses dan harapan bagi masyarakat Desa Pelabuhan Talang Liak untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan mudah. 

Jembatan Perintis Garuda Desa Tik Sirong Rampung, Putusnya Akses Warga Kini Tinggal Kenangan

Lebong – Penantian panjang masyarakat Desa Tik Sirong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, akhirnya terjawab. Jembatan Perintis Garuda yang dibangun di wilayah tersebut kini telah rampung 100 persen dan resmi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas terputusnya akses warga yang selama ini kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Sabtu(08/08/2026).

Jembatan dengan panjang 5 meter dan lebar 5 meter tersebut kini menjadi jalur penghubung utama bagi masyarakat. Sebanyak 341 kepala keluarga atau sekitar 1.191 jiwa dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman, terutama para petani yang setiap hari bergantung pada akses tersebut untuk menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil panen.

Sebelum pembangunan dilakukan, jembatan lama mengalami kerusakan akibat derasnya arus sungai saat musim hujan sehingga akses transportasi warga sempat terputus. Kondisi itu tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga menyulitkan anak-anak menuju sekolah serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kini seluruh aktivitas tersebut dapat kembali berjalan normal berkat hadirnya jembatan baru yang lebih kokoh.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan melalui Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Program ini diharapkan mampu membuka konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Proses pembangunan jembatan juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan melalui semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Kebersamaan tersebut tidak hanya mempercepat penyelesaian pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan warga dalam membangun desa.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, menyampaikan bahwa rampungnya Jembatan Perintis Garuda di Desa Tik Sirong diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan akses yang kembali terbuka, distribusi hasil pertanian akan semakin lancar, mobilitas warga meningkat, dan berbagai sektor kehidupan masyarakat diharapkan terus berkembang seiring hadirnya infrastruktur yang aman, layak, dan berkelanjutan.

Personel Kodim 0409/Rejang Lebong Gotong Royong Tutupi Jalan Berlubang di Kelurahan Tes

Lebong – Wujud kepedulian terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan personel Kodim 0409/Rejang Lebong. Pada Jumat (22/05/2026), anggota TNI melaksanakan kegiatan gotong royong menutupi jalan berlubang di Kelurahan Tes, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Dengan penuh semangat, personel Kodim bersama warga bahu membahu memperbaiki titik-titik jalan yang dinilai membahayakan pengguna kendaraan, terutama saat musim hujan.

Selain memperbaiki akses jalan, kegiatan gotong royong ini juga menjadi bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat. Kehadiran personel Kodim 0409/Rejang Lebong mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Warga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Lebong.


Jalan tertimbun tanah longsor dan banjir, personil kodim 0409 rejang lebong ajak warga saling membahu laksanakan pembersihan.

Lebong - Akses jalan utama penghubung Kecamatan Lebong Utara dan Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, sempat lumpuh akibat tertimbun tanah longsor pada Minggu (4/4/2026). Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsoran tanah di Desa Tambang Sawah, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.


Merespons kejadian tersebut, personel Kodim 0409/Rejang Lebong melalui Koramil 409-01/LU langsung turun ke lokasi. Dipimpin Danramil Kapten Inf Efrizal Antoni, TNI bersama perangkat desa dan masyarakat bahu-membahu membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya.

Berkat semangat gotong royong, akses jalan yang semula tertutup kini sudah bisa dilalui kembali secara bergantian. Meski demikian, keterbatasan alat berat masih menjadi kendala, sehingga koordinasi dengan BPBD terus dilakukan guna mempercepat penanganan.


Tidak hanya itu, pembersihan juga dilakukan di jembatan yang terdampak banjir. Kini, akses tersebut sudah kembali normal. Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, dengan mengedepankan sinergi dan kebersamaan dalam setiap penanganan bencana.


Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam situasi darurat seperti ini menjadi bukti nyata kepedulian dan tanggung jawab terhadap keselamatan warga. Kolaborasi yang terjalin antara aparat dan masyarakat mampu mempercepat proses pemulihan, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah kondisi sulit.


Diharapkan dengan adanya penanganan yang cepat dan kerja sama lintas pihak, kondisi infrastruktur di wilayah terdampak dapat segera pulih sepenuhnya. Semangat gotong royong yang terus dijaga juga menjadi modal penting dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Babinsa Kodim 0409/Rejang Lebong Dampingi Petani binaannya Tanam Padi

Tebat Karai – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan, Sertu Atang Sucipto, Babinsa Koramil 10/BI Kodim 0409/RL, melaksanakan pendampingan penanaman padi di Desa Penanjung Panjang, Kecamatan Tebat Karai, kab. Lebong pada 27 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Pendampingan ini dilakukan pada lahan seluas 1 hektare dengan jenis padi yang ditanam adalah varietas Infari 32. Jenis padi ini dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap hama serta hasil panen yang optimal. Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, diharapkan para petani dapat lebih memahami teknik budidaya yang baik, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen.

Sertu Atang Sucipto menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam sektor pertanian merupakan bagian dari tugas TNI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan. “Kami hadir untuk memberikan motivasi dan membantu petani dalam meningkatkan hasil pertanian mereka. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mewujudkan swasembada pangan di daerah ini,” ujarnya.

Para petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Penanjung Panjang menyambut baik pendampingan ini. Mereka mengaku merasa terbantu dengan adanya arahan serta bimbingan dari Babinsa. Selain itu, dukungan dari TNI dalam sektor pertanian juga menjadi dorongan bagi mereka untuk lebih giat dalam bertani.

Program ketahanan pangan yang dijalankan oleh TNI khususnya Kodim 0409/Rejang Lebong merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan di bidang pertanian. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan produksi pangan di wilayah Tebat Karai semakin meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Ke depan, pendampingan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga petani dapat terus mendapatkan bimbingan dan dukungan dalam meningkatkan hasil pertaniannya. Dengan semangat gotong royong, ketahanan pangan yang kuat di daerah ini dapat terwujud demi kesejahteraan bersama.

Babinsa Kodim 0409/RL Bantu Warga Binaannya Panen Padi

Lebong, 13 Februari 2025 – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Babinsa Kodim 0409/RL Kopda Endang Suandi melaksanakan pendampingan kepada warga binaannya, Pak Ade, dalam kegiatan panen padi di Desa Semelako, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong. Panen ini dilakukan di lahan seluas 0,6 hektare yang menjadi bagian dari upaya peningkatan hasil pertanian masyarakat setempat.

Kopda Endang Suandi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan petani serta dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Sebagai Babinsa, kami siap membantu dan mendampingi para petani dalam setiap tahap pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen,” ujarnya.


Pak Ade, sebagai pemilik lahan, merasa sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang turut serta dalam proses panen padi. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Babinsa. Kehadiran mereka memberikan motivasi dan dukungan bagi kami para petani,” kata Pak Ade.

Panen padi kali ini diharapkan dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi petani, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan sinergi yang baik antara TNI dan rakyat dalam membangun ketahanan pangan.

Dengan adanya pendampingan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin semangat dalam mengelola sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan di daerahnya. Babinsa Kodim 0409/RL pun berkomitmen untuk terus mendukung dan membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sektor pertanian.

BABINSA KODIM 0409 RL BANTU EVAKUASI KORBAN TERTIMBUN LONGSOR DI RIMBO PENGHADANG, "Alhamdulillah Korban Selamat"

Rimbo Penghadang, Hujan deras yang terus mengguyur wilayah kelurahan rimbo penghadang , kec rimbo penghadang kab . Lebong menyebabkan tanah longsor yang menutupi jalan lintas Lebong Ke Rejang Lebong. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 14.51 WIB pada Sabtu (23/11/24).


Material longsor selebar 8 meter dengan ketinggian sekitar 3,5 meter dan panjang Kurang Lebong 50 Meter menutup akses jalan utama dari Lebong menuju Rejang Lebong. Diketahui terdapat 1 Korban tertimbun Tanah Longsor tersebut yaitu M.Irzam (45) buruh Harian warga Jl.Medan Baru, Prov. Bengkulu dan Alhamdulillah dapat diselamatkan Oleh rekan babinsa yang sedang Bertugas dibantu oleh masyarakat setempat, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski begitu, kejadian tersebut sempat menghambat arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Pada pukul 21.31 WIB personil Kodim 0409 dan Pihak berwenang telah berhasil membuka akses jalan sehingga kini bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat dengan lancar. Proses pembersihan material longsor dilakukan secepat mungkin untuk meminimalisir dampak terhadap aktivitas warga dan arus lalu lintas.

adapun Penyebab Longsor yang disampaikan oleh babinsa 409-08/Rimbo Penghadang kodim 0409 / Rejang Lebong Diperkirakan, longsor ini terjadi akibat beberapa faktor, di antaranya Intensitas Hujan yang Tinggi: Hujan deras dengan durasi yang lama meningkatkan beban air pada tanah, menyebabkan tanah menjadi jenuh dan tidak stabil. tekstur Tanah yang Tidak Padat: Struktur tanah di lokasi kejadian yang tidak padat membuatnya lebih rentan terhadap longsor, terutama ketika terkena hujan deras. dan Kurangnya Vegetasi Penahan: Minimnya pohon dan vegetasi di sekitar lokasi yang berfungsi sebagai penahan air dan pengikat tanah turut memperparah kondisi tanah, sehingga mudah longsor. 


Tindakan Penanganan Untuk mengatasi masalah ini, Kodim 0409 / Rejang Lebong bersama instansi terkait telah melakukan beberapa langkah, yaitu Evakuasi dan Pembersihan: Mengirimkan tim gabungan untuk membersihkan material longsor dari jalan dan memastikan tidak ada korban yang terjebak, Pengaturan Lalu Lintas: Menerapkan sistem buka tutup untuk kendaraan agar arus lalu lintas tetap berjalan meski dengan keterbatasan. serta Pemantauan dan Peringatan Dini: Meningkatkan pemantauan di daerah rawan longsor dan memberikan peringatan dini kepada warga setempat agar lebih waspada selama musim hujan.

Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan melakukan langkah-langkah mitigasi bencana alam secara konsisten. Dengan demikian, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang, demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Back To Top