-->

Lensakodim0409

Lensakodim0409

Jembatan Gantung Garuda, Penyambung Asa Warga Lubuk Bingin Baru

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi warga dalam membuka akses yang lebih luas serta mendorong percepatan kemajuan di wilayah pedesaan. Infrastruktur tersebut diyakini akan menjadi penopang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Proyek ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai wujud nyata dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses transportasi. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Pada Kamis, 23 April 2026, pembangunan jembatan dimulai dengan tahap awal berupa pembuatan pondasi. Tahapan ini menjadi langkah penting sebelum memasuki proses pembangunan utama yang akan dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 17 persen dan terus menunjukkan perkembangan positif.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan. Menurutnya, semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama agar pekerjaan berjalan lancar sesuai rencana. Ia juga berharap kehadiran Jembatan Garuda nantinya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Jembatan ini direncanakan memberi manfaat langsung bagi 341 Kepala Keluarga dengan total 621 jiwa. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan efisien. Jembatan Gantung Garuda bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol harapan baru menuju kesejahteraan warga Lubuk Bingin Baru.

Progress Jembatan Gantung Garuda Warga Dwi Tunggal Capai 29 Persen

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program yang digagas Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai.

Pada Rabu, 22 April 2026, proses pembangunan terus berjalan dengan penuh semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 29 persen. Fokus pengerjaan berada pada pengecoran tiang angkur kaitan belakang sling panjang serta balok vilon sebagai penopang utama konstruksi jembatan.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan saat nantinya digunakan masyarakat. Dengan pengerjaan yang teliti dan terukur, diharapkan jembatan ini mampu berdiri kokoh serta memberikan rasa aman bagi warga yang melintas setiap hari.

Jembatan gantung ini dirancang memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Kehadirannya nanti akan memberi manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Warga pun menyambut pembangunan ini dengan penuh antusias karena akan mempermudah aktivitas sehari-hari.

Selain menjadi penghubung Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Akses yang lebih cepat dan efisien akan membantu menekan biaya transportasi, sehingga pendapatan warga berpeluang meningkat.

Pasi Ter Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Inf Tasmi Basiroroni, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat mempermudah warga membawa hasil panen, menghemat biaya angkut, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semangat gotong royong antara TNI dan warga pun menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam mewujudkan kemajuan daerah.

Jembatan Gantung Garuda Penyambung Asa Desa Lubuk Bingin Baru

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi warga yang selama ini membutuhkan akses penghubung yang lebih aman dan mudah. Infrastruktur tersebut diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah pedesaan. Selain itu, jembatan ini juga diharapkan menjadi pendorong kemajuan desa ke arah yang lebih baik.


Proyek pembangunan ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut menjadi wujud nyata percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang membutuhkan perhatian lebih. Pada Selasa, 21 April 2026, pengerjaan jembatan telah memasuki tahap penggalian lubang pilon. Tahapan ini sangat penting karena menjadi penopang utama kekuatan jembatan dalam jangka panjang.

Saat ini, progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai 11 persen. Nantinya, jembatan ini akan dibangun dengan panjang 60 meter dan lebar 1,2 meter. Ukuran tersebut dinilai cukup ideal untuk menunjang mobilitas warga sehari-hari. Dengan hadirnya jembatan ini, akses antarwilayah akan menjadi lebih cepat dan efisien.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai rencana. Menurutnya, kehadiran Jembatan Garuda nantinya akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi warga Desa Lubuk Bingin Baru. Terutama dalam mempermudah aktivitas masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Para petani nantinya akan lebih mudah membawa hasil panen menuju pusat penjualan maupun pasar terdekat. Waktu tempuh yang sebelumnya cukup lama dapat dipersingkat dengan adanya jembatan tersebut. Selain menghemat tenaga, biaya transportasi masyarakat juga akan jauh lebih ringan. Kondisi ini tentu menjadi keuntungan besar bagi peningkatan pendapatan warga desa.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga menjadi simbol kuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat nyata dalam setiap tahapan pekerjaan yang dilaksanakan bersama. Kebersamaan ini membuktikan bahwa kemajuan daerah dapat terwujud melalui kerja sama yang solid. Dengan semangat persatuan, jembatan ini diharapkan benar-benar menjadi penyambung asa menuju kesejahteraan masyarakat.

Jembatan Gantung Garuda Kelurahan Dwi Tunggal, Akses aman bagi anak-anak menuju sekolah

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program yang digagas oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam mendapatkan akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan efisien. Kehadiran jembatan tersebut diyakini akan membawa dampak besar bagi aktivitas warga sehari-hari.

Pada Senin, 20 April 2026, proses pembangunan masih terus berjalan dengan penuh semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 21 persen. Fokus pembangunan berada pada tahap pembuatan pondasi, khususnya pengecoran tiang vilon yang menjadi bagian penting untuk menopang kekuatan jembatan dalam jangka panjang.

Jembatan gantung ini direncanakan memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Jika selesai nanti, jembatan ini akan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas lainnya.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Dengan akses yang lebih cepat dan hemat biaya, para petani diharapkan dapat membawa hasil panen dengan lebih mudah. Kondisi ini tentu berpeluang meningkatkan pendapatan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat. Ia berharap kehadiran jembatan nantinya dapat membantu warga mengangkut hasil panen, menghemat biaya transportasi, serta menjadi akses aman bagi anak-anak menuju sekolah agar dapat tiba tepat waktu.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Prajurit TNI dan warga tampak bekerja bahu-membahu demi mewujudkan jembatan impian bersama. Kebersamaan ini diharapkan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberi semangat baru bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Progres Pondasi Jembatan Gantung Garuda Capai 19 Persen

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kegiatan yang digagas oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih aman dan nyaman.

Pada Minggu, 19 April 2026, proses pembangunan masih terus berjalan dengan semangat kebersamaan antara TNI dan warga. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 19 persen. Pekerjaan difokuskan pada pembuatan pondasi, khususnya penganyaman besi cakar ayam sebagai dudukan angkur jembatan. Tahapan ini sangat penting untuk memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan ke depan.

Jembatan gantung ini direncanakan memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Nantinya, jembatan ini akan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian warga. Dengan akses yang lebih cepat dan efisien, biaya transportasi dapat ditekan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Ia berharap jembatan ini nantinya dapat membantu warga dalam membawa hasil panen, menghemat biaya angkut, serta meningkatkan kesejahteraan.

Pembangunan ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik. Prajurit TNI bersama warga bekerja bahu-membahu di lapangan. Kebersamaan ini diharapkan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Back To Top