-->

Lensakodim0409

Lensakodim0409

"Terima kasih bapak Presiden ,Sekarang kami tidak terlambat lagi menuju sekolah ". Pesan anak-anak Kelurahan Dwi tunggal Rejang lebong untuk Bapak Presiden Republik Indonesia

     “Jembatan Gantung Perintis Garuda bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan dan masa depan masyarakat. Di setiap pijakannya tersimpan doa, semangat, dan asa baru bagi warga Kelurahan Dwi Tunggal dan sekitarnya. Kehadiran jembatan ini juga menjadi jalan bagi anak-anak untuk menggapai pendidikan, mempermudah langkah mereka menuju sekolah demi meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.”

    “Atas bentangan Jembatan Gantung Perintis Garuda, lahir harapan baru bagi masyarakat. Bukan hanya memudahkan aktivitas warga, tetapi juga membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini harus menempuh perjalanan sulit menuju sekolah. Kini, jembatan ini menjadi simbol kemajuan, persatuan, dan masa depan yang lebih cerah bagi Kelurahan Dwi Tunggal dan sekitarnya.”

    “Jembatan Gantung Perintis Garuda hadir bukan hanya untuk menghubungkan dua sisi, melainkan menyambungkan mimpi dan harapan masyarakat. Dari jembatan inilah anak-anak melangkah lebih aman dan mudah menuju sekolah, membawa semangat baru untuk meraih ilmu, cita-cita, dan masa depan yang gemilang.”

Terima Kasih Bapak Presiden Republik Indonesia "Bapak Prabowo Subianto".

Rampung 100 Persen, Jembatan Gantung Garuda Jadi Penghubung Asa Warga Dwi Tunggal

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya rampung 100 persen pada Selasa, 19 Mei 2026. Kehadiran jembatan ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang sejak lama mendambakan akses penghubung yang aman dan nyaman antarwilayah.

Program pembangunan ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong. Pembangunan dilakukan secara teliti dan bertahap guna memastikan kualitas konstruksi tetap kuat dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

Selama proses pengerjaan, personel TNI bersama masyarakat terlihat kompak bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pembangunan. Semangat kebersamaan dan antusias warga begitu terasa karena jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.

Jembatan Gantung Garuda dibangun dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Infrastruktur ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi sekitar 541 kepala keluarga atau lebih dari 1.040 jiwa yang berada di wilayah tersebut. Kehadiran jembatan diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga yang sebelumnya harus melewati jalur sulit dan memakan waktu.


Bagi para pelajar, petani, hingga masyarakat umum, jembatan ini menjadi solusi baru yang sangat membantu. Anak-anak sekolah kini dapat menuju sekolah dengan lebih aman, sementara para petani dapat membawa hasil kebun dan pertanian dengan akses yang lebih cepat dan efisien.

Masyarakat pun mengaku sangat berterima kasih atas pembangunan Jembatan Gantung Garuda tersebut. Warga menilai keberadaan jembatan ini sangat membantu aktivitas sehari-hari, khususnya sebagai jalur penghubung mobilitas pertanian dan akses utama bagi anak-anak menuju sekolah untuk menuntut ilmu. Dengan adanya jembatan baru ini, warga berharap kehidupan dan perekonomian masyarakat akan semakin berkembang.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian warga. Dengan akses transportasi yang lebih baik, biaya angkut hasil panen diharapkan dapat ditekan sehingga pendapatan masyarakat pun berpotensi meningkat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Agung Lewis Oktorada, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap keberadaan jembatan ini dapat menjadi penghubung harapan baru bagi warga dalam meningkatkan mobilitas, perekonomian, serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rejang lebong.

Jembatan Gantung Garuda, Penghubung Asa Warga Rejang Lebong

 

Di tengah hamparan alam Kabupaten Rejang Lebong, harapan baru kini mulai terbentang. Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal hadir sebagai simbol perjuangan dan kepedulian bagi masyarakat pelosok. Sedikit demi sedikit, pembangunan terus diselesaikan. Dengan progres mencapai 95 persen, pengerjaan kini difokuskan pada pemasangan lantai dan glagar memanjang sebagai tahap akhir penyempurnaan jembatan.

 

Pembangunan ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil. Bagi masyarakat Rejang Lebong yang mayoritas berprofesi sebagai petani, jembatan ini akan menjadi urat nadi baru perekonomian.


 Distribusi hasil panen akan lebih mudah, perjalanan lebih singkat, dan aktivitas masyarakat menjadi lebih efisien. Di balik kokohnya pembangunan itu, tersimpan semangat gotong royong antara TNI dan warga yang bekerja bersama demi masa depan yang lebih baik. Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar penghubung antarwilayah. Ia adalah penghubung asa, harapan, dan langkah menuju kesejahteraan masyarakat Rejang Lebong.

HAMPIR SELESAI, Jembatan Gantung Garuda Tingkatkan Antusias Warga Dwi Tunggal Rejang Lebong

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai.

Memasuki tahap akhir pengerjaan pada Selasa, 12 Mei 2026, progres pembangunan jembatan kini telah mencapai 95 persen. Fokus pekerjaan saat ini berada pada pengencangan serta penyetelan tali sling bagian atas dan bawah yang dilanjutkan dengan pengelasan besi geladak membujur jembatan. Seluruh proses dilakukan secara teliti demi memastikan kualitas dan kekuatan konstruksi jembatan.

Suasana pengerjaan pun berlangsung penuh semangat kebersamaan. Personel TNI bersama masyarakat terlihat kompak bergotong royong menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Antusias warga sangat tinggi karena keberadaan jembatan tersebut sudah lama dinantikan sebagai sarana penghubung utama antarwilayah.

Jembatan gantung ini dibangun dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Kehadirannya nantinya akan memberikan manfaat besar bagi sekitar 541 kepala keluarga atau lebih dari 1.040 jiwa. Warga meyakini akses baru ini akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak sekolah, petani, dan masyarakat yang selama ini harus menempuh jalur yang cukup sulit.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Dengan akses yang lebih cepat dan aman, biaya transportasi diharapkan dapat ditekan sehingga hasil panen warga dapat lebih mudah dipasarkan dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.,Opsla menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat menjadi solusi bagi warga dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat pun menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan mampu menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi daerah.

Batik ChaCha Mentari Raih Antusiasme Tinggi di Pameran UMKM “Persit Bisa 2” Balai Kartini Jakarta

Pameran UMKM “Persit Bisa 2” yang digelar di Balai Kartini pada 7–9 Mei 2026 menjadi momentum berharga bagi Batik ChaCha Mentari untuk memperkenalkan karya batik daerah ke tingkat nasional. Melalui berbagai koleksi batik dengan motif elegan dan modern, Batik ChaCha Mentari berhasil menarik perhatian para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati booth Batik ChaCha Mentari selama pameran berlangsung. Tingginya minat pembeli membuat omzet penjualan meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi bukti bahwa produk batik lokal memiliki daya saing tinggi dan mampu mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

Tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan penjualan, keikutsertaan Batik ChaCha Mentari dalam ajang “Persit Bisa 2” juga menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas. Setiap motif batik yang ditampilkan membawa ciri khas dan nilai budaya yang menggambarkan kekayaan daerah Bengkulu.

Kehadiran Batik ChaCha Mentari di pameran tersebut turut membawa nama Bengkulu semakin dikenal di tingkat nasional. Banyak pengunjung yang mengaku tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang budaya dan potensi daerah setelah melihat langsung koleksi batik yang dipamerkan.



Pendiri Batik ChaCha Mentari, Ely Dewa, menyampaikan bahwa dukungan dan motivasi di lingkungan Persit menjadi kekuatan besar bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang. Menurutnya, semangat kebersamaan dan dorongan untuk mandiri membuat para pelaku usaha semakin percaya diri dalam mengembangkan produk daerah agar mampu bersaing secara luas.

Ia juga berharap Batik ChaCha Mentari dapat terus berkembang menjadi UMKM batik yang lebih maju, meningkatkan penjualan secara berkelanjutan, serta terus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Semangat untuk terus berkarya dan berinovasi menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah.


Selain itu, Batik ChaCha Mentari turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari Kristomei Sianturi serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XXI/RI, Asti Kristomei. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi Batik ChaCha Mentari untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah dan membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk terus maju.

Back To Top