-->

Lensakodim0409

Lensakodim0409

Jembatan Gantung Garuda, Penghubung Asa Warga Rejang Lebong

 

Di tengah hamparan alam Kabupaten Rejang Lebong, harapan baru kini mulai terbentang. Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal hadir sebagai simbol perjuangan dan kepedulian bagi masyarakat pelosok. Sedikit demi sedikit, pembangunan terus diselesaikan. Dengan progres mencapai 95 persen, pengerjaan kini difokuskan pada pemasangan lantai dan glagar memanjang sebagai tahap akhir penyempurnaan jembatan.

 

Pembangunan ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil. Bagi masyarakat Rejang Lebong yang mayoritas berprofesi sebagai petani, jembatan ini akan menjadi urat nadi baru perekonomian.


 Distribusi hasil panen akan lebih mudah, perjalanan lebih singkat, dan aktivitas masyarakat menjadi lebih efisien. Di balik kokohnya pembangunan itu, tersimpan semangat gotong royong antara TNI dan warga yang bekerja bersama demi masa depan yang lebih baik. Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar penghubung antarwilayah. Ia adalah penghubung asa, harapan, dan langkah menuju kesejahteraan masyarakat Rejang Lebong.

HAMPIR SELESAI, Jembatan Gantung Garuda Tingkatkan Antusias Warga Dwi Tunggal Rejang Lebong

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai.

Memasuki tahap akhir pengerjaan pada Selasa, 12 Mei 2026, progres pembangunan jembatan kini telah mencapai 95 persen. Fokus pekerjaan saat ini berada pada pengencangan serta penyetelan tali sling bagian atas dan bawah yang dilanjutkan dengan pengelasan besi geladak membujur jembatan. Seluruh proses dilakukan secara teliti demi memastikan kualitas dan kekuatan konstruksi jembatan.

Suasana pengerjaan pun berlangsung penuh semangat kebersamaan. Personel TNI bersama masyarakat terlihat kompak bergotong royong menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Antusias warga sangat tinggi karena keberadaan jembatan tersebut sudah lama dinantikan sebagai sarana penghubung utama antarwilayah.

Jembatan gantung ini dibangun dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Kehadirannya nantinya akan memberikan manfaat besar bagi sekitar 541 kepala keluarga atau lebih dari 1.040 jiwa. Warga meyakini akses baru ini akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak sekolah, petani, dan masyarakat yang selama ini harus menempuh jalur yang cukup sulit.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Dengan akses yang lebih cepat dan aman, biaya transportasi diharapkan dapat ditekan sehingga hasil panen warga dapat lebih mudah dipasarkan dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.,Opsla menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat menjadi solusi bagi warga dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat pun menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan mampu menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi daerah.

Batik ChaCha Mentari Raih Antusiasme Tinggi di Pameran UMKM “Persit Bisa 2” Balai Kartini Jakarta

Pameran UMKM “Persit Bisa 2” yang digelar di Balai Kartini pada 7–9 Mei 2026 menjadi momentum berharga bagi Batik ChaCha Mentari untuk memperkenalkan karya batik daerah ke tingkat nasional. Melalui berbagai koleksi batik dengan motif elegan dan modern, Batik ChaCha Mentari berhasil menarik perhatian para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati booth Batik ChaCha Mentari selama pameran berlangsung. Tingginya minat pembeli membuat omzet penjualan meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi bukti bahwa produk batik lokal memiliki daya saing tinggi dan mampu mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

Tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan penjualan, keikutsertaan Batik ChaCha Mentari dalam ajang “Persit Bisa 2” juga menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas. Setiap motif batik yang ditampilkan membawa ciri khas dan nilai budaya yang menggambarkan kekayaan daerah Bengkulu.

Kehadiran Batik ChaCha Mentari di pameran tersebut turut membawa nama Bengkulu semakin dikenal di tingkat nasional. Banyak pengunjung yang mengaku tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang budaya dan potensi daerah setelah melihat langsung koleksi batik yang dipamerkan.



Pendiri Batik ChaCha Mentari, Ely Dewa, menyampaikan bahwa dukungan dan motivasi di lingkungan Persit menjadi kekuatan besar bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang. Menurutnya, semangat kebersamaan dan dorongan untuk mandiri membuat para pelaku usaha semakin percaya diri dalam mengembangkan produk daerah agar mampu bersaing secara luas.

Ia juga berharap Batik ChaCha Mentari dapat terus berkembang menjadi UMKM batik yang lebih maju, meningkatkan penjualan secara berkelanjutan, serta terus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Semangat untuk terus berkarya dan berinovasi menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah.


Selain itu, Batik ChaCha Mentari turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari Kristomei Sianturi serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XXI/RI, Asti Kristomei. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi Batik ChaCha Mentari untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah dan membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk terus maju.

Jembatan Gantung Garuda Penghubung Asa dan Harapan Warga Rejang Lebong

Di balik semangat pengabdian kepada rakyat, TNI terus hadir membawa harapan bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang bermanfaat. Salah satunya melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal dan Desa Lubuk Bingin Baru, Kabupaten Rejang Lebong, yang saat ini terus menunjukkan progres signifikan.

jembatan garuda kelurahan dwi tunggal

Program pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membuka keterisolasian serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.

Pada Senin, 11 Mei 2026, pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal telah memasuki tahap pemasangan hanger jembatan dengan progres pekerjaan mencapai 94 persen. Sementara itu, pembangunan jembatan di Desa Lubuk Bingin Baru masih berfokus pada pengerjaan pondasi dengan progres mencapai 65 persen. Kedua pembangunan tersebut terus dikerjakan secara bertahap demi memastikan kualitas dan keamanan jembatan.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong,Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.,Opsla menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mendukung jalannya pembangunan. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pekerjaan di lapangan.

Ia berharap pembangunan jembatan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target yang telah direncanakan. Dengan selesainya pembangunan tersebut, masyarakat nantinya dapat menikmati akses penghubung yang lebih aman dan efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Jembatan garuda desa lubuk bingin baru

Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diyakini akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani nantinya akan lebih mudah mengangkut hasil panen, sehingga distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan hemat waktu.

Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan mampu menghadirkan harapan baru bagi daerah. Jembatan Gantung Perintis Garuda tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol persatuan dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong menuju masa depan yang lebih sejahtera.

 Jembatan Garuda Penghubung asa Warga Kelurahan Dwi Tunggal Kab. Rejang Lebong.

Jembatan Garuda Penghubung asa Warga Kelurahan Dwi Tunggal Kab. Rejang Lebong.

“Di balik semangat pengabdian kepada rakyat, TNI hadir membangun harapan bagi masyarakat.

https://www.instagram.com/reel/DYGcVACzv1a/?igsh=MWMzNm90eWlwbnVpaQ==

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan progres yang signifikan.

Jembatan ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, bapak Prabowo Subianto, yang di gagas di wilayah kodim 0409/Rejang Lebong  bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat di pelosok daerah.



Kehadiran jembatan ini nantinya akan memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta membantu para petani membawa hasil panen dengan lebih cepat dan aman.

Dengan semangat gotong royong, TNI bersama masyarakat bahu membahu menyelesaikan pembangunan demi masa depan yang lebih baik.


Karena bagi TNI, pengabdian bukan hanya menjaga negeri… tetapi juga membangun harapan untuk rakyat.”

Back To Top