-->

Lensakodim0409

Lensakodim0409

Jembatan Gantung Garuda Penyambung Asa Desa Lubuk Bingin Baru

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi warga yang selama ini membutuhkan akses penghubung yang lebih aman dan mudah. Infrastruktur tersebut diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah pedesaan. Selain itu, jembatan ini juga diharapkan menjadi pendorong kemajuan desa ke arah yang lebih baik.


Proyek pembangunan ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut menjadi wujud nyata percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang membutuhkan perhatian lebih. Pada Selasa, 21 April 2026, pengerjaan jembatan telah memasuki tahap penggalian lubang pilon. Tahapan ini sangat penting karena menjadi penopang utama kekuatan jembatan dalam jangka panjang.

Saat ini, progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai 11 persen. Nantinya, jembatan ini akan dibangun dengan panjang 60 meter dan lebar 1,2 meter. Ukuran tersebut dinilai cukup ideal untuk menunjang mobilitas warga sehari-hari. Dengan hadirnya jembatan ini, akses antarwilayah akan menjadi lebih cepat dan efisien.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai rencana. Menurutnya, kehadiran Jembatan Garuda nantinya akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi warga Desa Lubuk Bingin Baru. Terutama dalam mempermudah aktivitas masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Para petani nantinya akan lebih mudah membawa hasil panen menuju pusat penjualan maupun pasar terdekat. Waktu tempuh yang sebelumnya cukup lama dapat dipersingkat dengan adanya jembatan tersebut. Selain menghemat tenaga, biaya transportasi masyarakat juga akan jauh lebih ringan. Kondisi ini tentu menjadi keuntungan besar bagi peningkatan pendapatan warga desa.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga menjadi simbol kuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat nyata dalam setiap tahapan pekerjaan yang dilaksanakan bersama. Kebersamaan ini membuktikan bahwa kemajuan daerah dapat terwujud melalui kerja sama yang solid. Dengan semangat persatuan, jembatan ini diharapkan benar-benar menjadi penyambung asa menuju kesejahteraan masyarakat.

Jembatan Gantung Garuda Kelurahan Dwi Tunggal, Akses aman bagi anak-anak menuju sekolah

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program yang digagas oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam mendapatkan akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan efisien. Kehadiran jembatan tersebut diyakini akan membawa dampak besar bagi aktivitas warga sehari-hari.

Pada Senin, 20 April 2026, proses pembangunan masih terus berjalan dengan penuh semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 21 persen. Fokus pembangunan berada pada tahap pembuatan pondasi, khususnya pengecoran tiang vilon yang menjadi bagian penting untuk menopang kekuatan jembatan dalam jangka panjang.

Jembatan gantung ini direncanakan memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Jika selesai nanti, jembatan ini akan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas lainnya.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Dengan akses yang lebih cepat dan hemat biaya, para petani diharapkan dapat membawa hasil panen dengan lebih mudah. Kondisi ini tentu berpeluang meningkatkan pendapatan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat. Ia berharap kehadiran jembatan nantinya dapat membantu warga mengangkut hasil panen, menghemat biaya transportasi, serta menjadi akses aman bagi anak-anak menuju sekolah agar dapat tiba tepat waktu.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Prajurit TNI dan warga tampak bekerja bahu-membahu demi mewujudkan jembatan impian bersama. Kebersamaan ini diharapkan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberi semangat baru bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Progres Pondasi Jembatan Gantung Garuda Capai 19 Persen

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kegiatan yang digagas oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih aman dan nyaman.

Pada Minggu, 19 April 2026, proses pembangunan masih terus berjalan dengan semangat kebersamaan antara TNI dan warga. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 19 persen. Pekerjaan difokuskan pada pembuatan pondasi, khususnya penganyaman besi cakar ayam sebagai dudukan angkur jembatan. Tahapan ini sangat penting untuk memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan ke depan.

Jembatan gantung ini direncanakan memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Nantinya, jembatan ini akan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian warga. Dengan akses yang lebih cepat dan efisien, biaya transportasi dapat ditekan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Ia berharap jembatan ini nantinya dapat membantu warga dalam membawa hasil panen, menghemat biaya angkut, serta meningkatkan kesejahteraan.

Pembangunan ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik. Prajurit TNI bersama warga bekerja bahu-membahu di lapangan. Kebersamaan ini diharapkan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Jembatan Gantung Garuda Desa Lubuk Bingin Baru Bawa Harapan Baru

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini membawa harapan besar dalam membuka akses yang lebih luas serta mendorong kemajuan di wilayah pedesaan.

Proyek ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di daerah. Pada Sabtu, 18 April 2026, pembangunan dimulai dengan kegiatan pembersihan lokasi serta pembuatan pondasi jembatan sebagai langkah awal sebelum pekerjaan utama dilaksanakan. 

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang antusias ikut bergotong royong. Menurutnya, kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat.

Ia berharap Jembatan Gantung Garuda dapat segera rampung sehingga manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. Kehadiran jembatan ini nantinya akan mempermudah para petani dalam membawa hasil panen dengan lebih cepat, aman, dan efisien.

Selain menghemat waktu, jembatan ini juga diyakini mampu menekan biaya transportasi yang selama ini cukup membebani warga. Mobilitas masyarakat akan semakin lancar, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari dapat berjalan lebih baik.

Pembangunan jembatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Dengan kerja sama yang solid antara TNI dan warga, Jembatan Gantung Garuda diharapkan menjadi simbol kemajuan serta kesejahteraan bagi Desa Lubuk Bingin Baru.

Progress Jembatan Gantung Garuda Capai 12,2 Persen, Harapan Baru Warga Dwi Tunggal

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan positif. Proyek yang digagas Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih baik dan aman.

Pada Jumat, 17 April 2026, pekerjaan pembangunan terus dilaksanakan dengan semangat kebersamaan antara TNI dan warga. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 12,2 persen, dengan fokus pekerjaan pada penganyaman besi cakar ayam sebagai dudukan angkur jembatan. Tahapan ini penting untuk memastikan kekuatan konstruksi jembatan ke depannya.

Jembatan gantung ini dirancang memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Nantinya, jembatan ini akan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Kehadirannya diharapkan mampu mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.

Selain menjadi penghubung Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini akan membantu kelancaran distribusi hasil pertanian warga. Dengan akses yang lebih cepat dan efisien, biaya transportasi dapat ditekan sehingga pendapatan masyarakat berpotensi meningkat.

Pasi Ter Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Inf Tasmi Basiroroni, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut nantinya dapat mempermudah warga membawa hasil panen, menghemat biaya angkut, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan ini juga menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik. Prajurit TNI dan warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan di lapangan. Kebersamaan ini diharapkan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Back To Top