-->

Lensakodim0409

Lensakodim0409

Progress Jembatan Gantung Garuda Warga Dwi Tunggal Capai 39 Persen

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan positif. Program yang digagas Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai. Kehadiran jembatan tersebut diyakini akan membawa perubahan besar bagi aktivitas warga sehari-hari.

Pada Senin, 27 April 2026, proses pembangunan masih berlangsung dengan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 39 persen. Fokus pekerjaan berada pada pengelasan tiang vilon yang menjadi penopang utama konstruksi jembatan. Tahapan ini dikerjakan secara teliti demi memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.

Pengerjaan tiang penyangga menjadi bagian penting untuk menjamin kekuatan serta ketahanan jembatan saat digunakan nanti. Dengan perencanaan matang dan pelaksanaan terukur, jembatan ini diharapkan mampu berdiri kokoh dalam jangka panjang. Warga pun menaruh harapan besar agar akses baru ini segera bisa dimanfaatkan.

Jembatan gantung ini dirancang memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Nantinya, keberadaan jembatan akan memberi manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Masyarakat menyambut pembangunan tersebut dengan antusias karena akan mempermudah mobilitas dan aktivitas harian mereka.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diprediksi memperlancar distribusi hasil pertanian warga. Akses yang lebih cepat dan efisien akan membantu menekan biaya transportasi. Kondisi ini tentu berpeluang meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menegaskan pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat memudahkan warga membawa hasil panen dan menghemat biaya angkut. Semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah.

Progres 25 Persen, Jembatan Gantung Garuda Jadi Harapan Baru Warga Lubuk Bingin Baru

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Proyek ini menjadi angin segar bagi masyarakat dalam membuka akses dan mendorong kemajuan wilayah pedesaan.

Kehadiran jembatan ini diyakini akan membawa perubahan signifikan bagi kehidupan warga, tidak hanya sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga sebagai pendorong peningkatan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pembangunan ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerataan pembangunan di wilayah terpencil. Infrastruktur ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih aman, cepat, dan efisien.

Pada Minggu, 26 April 2026, progres pembangunan terus mengalami peningkatan dengan fokus pekerjaan pada pembuatan pondasi sebagai dasar utama konstruksi. Hingga saat ini, capaian pembangunan telah mencapai 25 persen dan berjalan sesuai rencana.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat. Ia menilai semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan agar dapat selesai tepat waktu dengan hasil maksimal.

Jembatan ini nantinya akan memberikan manfaat bagi 341 Kepala Keluarga (KK) dengan total 621 jiwa, terutama dalam mempermudah distribusi hasil pertanian dan akses menuju pusat aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, Jembatan Gantung Garuda menjadi simbol kebersamaan dan harapan baru bagi masyarakat Lubuk Bingin Baru.

Jembatan Gantung Garuda Warga Lubuk Bingin Baru Capai Progres 18,5 Persen

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi warga, terutama dalam membuka akses yang lebih luas serta mendorong percepatan kemajuan di wilayah pedesaan. Infrastruktur ini diyakini akan menjadi penggerak perubahan bagi kehidupan masyarakat setempat.

Proyek tersebut merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan daerah terpencil. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan agar masyarakat di wilayah pelosok dapat merasakan manfaat infrastruktur yang memadai. Kehadiran jembatan ini juga menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi warga.

Pada Jumat, 24 April 2026, pembangunan jembatan terus menunjukkan perkembangan positif. Tahapan pekerjaan dimulai dari pembuatan pondasi sebagai dasar utama konstruksi. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 18,5 persen. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pengerjaan berjalan sesuai rencana dan terus dikebut secara bertahap.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan besar dalam mempercepat penyelesaian proyek. Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dengan hasil terbaik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Jembatan Gantung Garuda nantinya akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terutama bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, jembatan ini akan mempermudah mobilitas hasil panen dan mempercepat akses menuju pusat perdagangan. Dengan demikian, kesejahteraan warga diharapkan ikut meningkat.

Jembatan ini direncanakan memberikan manfaat langsung bagi 341 Kepala Keluarga (KK) dengan total 621 jiwa. Kehadirannya tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol kemajuan, kebersamaan, dan harapan baru bagi masyarakat Lubuk Bingin Baru. Dengan kerja sama antara TNI dan warga, jembatan ini diharapkan menjadi warisan pembangunan yang bermanfaat dalam jangka panjang.

Jembatan Gantung Garuda, Penyambung Asa Warga Lubuk Bingin Baru

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi warga dalam membuka akses yang lebih luas serta mendorong percepatan kemajuan di wilayah pedesaan. Infrastruktur tersebut diyakini akan menjadi penopang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Proyek ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai wujud nyata dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses transportasi. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Pada Kamis, 23 April 2026, pembangunan jembatan dimulai dengan tahap awal berupa pembuatan pondasi. Tahapan ini menjadi langkah penting sebelum memasuki proses pembangunan utama yang akan dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 17 persen dan terus menunjukkan perkembangan positif.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan. Menurutnya, semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama agar pekerjaan berjalan lancar sesuai rencana. Ia juga berharap kehadiran Jembatan Garuda nantinya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Jembatan ini direncanakan memberi manfaat langsung bagi 341 Kepala Keluarga dengan total 621 jiwa. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan efisien. Jembatan Gantung Garuda bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol harapan baru menuju kesejahteraan warga Lubuk Bingin Baru.

Progress Jembatan Gantung Garuda Warga Dwi Tunggal Capai 29 Persen

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program yang digagas Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai.

Pada Rabu, 22 April 2026, proses pembangunan terus berjalan dengan penuh semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 29 persen. Fokus pengerjaan berada pada pengecoran tiang angkur kaitan belakang sling panjang serta balok vilon sebagai penopang utama konstruksi jembatan.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan saat nantinya digunakan masyarakat. Dengan pengerjaan yang teliti dan terukur, diharapkan jembatan ini mampu berdiri kokoh serta memberikan rasa aman bagi warga yang melintas setiap hari.

Jembatan gantung ini dirancang memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Kehadirannya nanti akan memberi manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Warga pun menyambut pembangunan ini dengan penuh antusias karena akan mempermudah aktivitas sehari-hari.

Selain menjadi penghubung Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Akses yang lebih cepat dan efisien akan membantu menekan biaya transportasi, sehingga pendapatan warga berpeluang meningkat.

Pasi Ter Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Inf Tasmi Basiroroni, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat mempermudah warga membawa hasil panen, menghemat biaya angkut, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semangat gotong royong antara TNI dan warga pun menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam mewujudkan kemajuan daerah.

Back To Top