-->

Lensakodim0409

Lensakodim0409

Kodim 0409/Rejang Lebong Bangun Jembatan Gantung Garuda untuk Kesejahteraan Warga Kelurahan Dwi Tunggal.

Curup – Kodim 0409/Rejang Lebong memulai pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menjadi angin segar bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pekerjaan tahap awal dimulai pada Sabtu, 11 April 2026, di lokasi jembatan yang berada di Kecamatan Curup. Dimulainya proyek ini menjadi langkah strategis dalam menyediakan akses penghubung yang lebih aman, layak, dan efisien bagi warga yang selama ini mengalami kendala mobilitas.

Jembatan gantung tersebut dirancang dengan panjang sekitar 72 meter dan lebar 1,2 meter. Pembangunan ini ditargetkan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 3,2 persen, sebagai bukti komitmen dalam merealisasikan proyek yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Inf Tasmi Basiroroni, menyampaikan harapannya agar pembangunan jembatan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi warga. “Kami berharap jembatan ini dapat membantu masyarakat, baik sebagai akses penghubung aktivitas sehari-hari maupun sebagai sarana yang mempermudah para petani dalam mengirimkan hasil panen dengan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Ke depan, jembatan ini diharapkan berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Selain memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghasilan utama warga, keberadaannya juga akan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan daerah.

Pembangunan ini melibatkan kerja sama antara prajurit TNI dan masyarakat setempat melalui semangat gotong royong. Sinergi tersebut menjadi bukti kuat kebersamaan dalam membangun negeri, sekaligus diharapkan menjadikan Jembatan Gantung Garuda sebagai simbol kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Rejang Lebong.

Jembatan Gantung Garuda Jadi Harapan Baru Warga Dwi Tunggal

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda mulai dilaksanakan dan menjadi angin segar bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan yang digagas oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini merupakan wujud nyata dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada Jum’at, 10 April 2026, tahap awal pekerjaan dimulai di lokasi jembatan yang terletak di Kecamatan Curup. Dimulainya proyek ini menjadi langkah penting dalam menyediakan akses penghubung yang lebih aman, layak, dan efektif bagi warga yang selama ini mengalami kendala dalam mobilitas.

Jembatan gantung tersebut memiliki panjang sekitar 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Pembangunan ini ditujukan untuk memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai kurang lebih 3 persen sebagai tanda komitmen dalam merealisasikan pembangunan.

Ke depan, jembatan ini diharapkan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga. Selain sebagai penghubung antarwilayah, keberadaannya juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat.

Sebelumnya, masyarakat harus melalui jalur yang cukup sulit dengan waktu tempuh yang relatif lama. Dengan hadirnya jembatan ini, diharapkan akses warga menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien, baik untuk kegiatan ekonomi maupun sosial.

Pembangunan ini juga melibatkan kerja sama antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Dengan semangat kebersamaan dan antusias yang tinggi, keduanya bergotong royong dalam setiap tahapan pekerjaan di lapangan. Sinergi ini menjadi bukti kuatnya kebersamaan dalam membangun lingkungan.

Program ini merupakan inisiatif dari Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai langkah konkret dalam mendorong percepatan pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah. Diharapkan, pembangunan jembatan dapat selesai sesuai rencana dan menjadi simbol kemajuan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal.

Launching GERTAM di Desa Sukarami kabupaten Rejang Lebong, Wujud Nyata Percepatan Tanam dan Ketahanan Pangan

Kegiatan launching Gerakan Tanam (GERTAM) di lokasi CSR Desa Sukarami, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong menjadi langkah nyata dalam mendukung percepatan tanam padi secara serentak. Program ini merupakan diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi langkah nyata dalam mendorong percepatan tanam dan ketahanan pangan. Dari total lahan 14 hektare yang tersedia, saat ini baru 6 hektare yang telah ditanami sebagai tahap awal pelaksanaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 April 2026 pukul 10.00 WIB ini dilaksanakan oleh Kodim 0409/Rejang Lebong melalui video conference bersama Wakil Menteri Pertanian, Bapak Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA. Momen ini menjadi simbol dimulainya percepatan tanam di lahan CSR (Cetak Sawah Rakyat) guna meningkatkan produksi pangan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya Dandim 0409/Rejang Lebong yang diwakili Kasdim Mayor Inf Asri Wuri Hendra Dewa, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, Polres Rejang Lebong, BRMP Provinsi Bengkulu, serta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten, perangkat desa, penyuluh pertanian, dan Satgas Brigade Pangan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung keberhasilan program pertanian.

Program percepatan tanam CSR ini merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan lahan yang telah dicetak agar segera produktif. Dengan target masif 10.000 hektare, gerakan ini difokuskan untuk meningkatkan luas tanam secara signifikan dengan target harian yang tinggi. Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produksi padi nasional.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha melalui program CSR, serta petani menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Pemanfaatan teknologi modern seperti traktor dan drone juga mulai diterapkan guna mempercepat proses tanam secara serempak dan efisien, sehingga hasil yang dicapai lebih optimal.

Melalui gerakan ini, diharapkan ketahanan pangan nasional semakin kuat. Setiap lahan yang tersedia dioptimalkan agar memberikan hasil terbaik bagi kebutuhan pangan masyarakat. Dengan pelaksanaan serentak di 17 provinsi, GERTAM menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia.

Sinergi TNI dan Warga Bangun Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda resmi dimulai dan membawa harapan baru bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Proyek yang diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi langkah nyata dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada Kamis, 9 April 2026, pengerjaan awal dilaksanakan di lokasi jembatan yang berada di Kecamatan Curup. Dimulainya pembangunan ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan akses penghubung yang lebih layak, aman, dan efisien bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan mobilitas.

Jembatan gantung tersebut dirancang dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Kehadirannya ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Hingga tahap awal, progres pembangunan telah mencapai sekitar 2,8 persen, menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan proyek ini.

Keberadaan jembatan ini nantinya akan sangat vital dalam menunjang aktivitas masyarakat. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, jembatan ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga setempat.

Selama ini, masyarakat harus menghadapi medan yang sulit serta waktu tempuh yang cukup lama untuk beraktivitas. Dengan hadirnya Jembatan Gantung Garuda, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, baik dalam kegiatan ekonomi maupun sosial sehari-hari.

Menariknya, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat. Dengan penuh semangat dan antusias, TNI bersama warga bahu-membahu melaksanakan setiap tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan hingga pengerjaan di lapangan. Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam membangun desa. Diharapkan, jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan menjadi simbol kemajuan serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal di masa mendatang.

Jembatan Gantung Garuda Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Kelurahan Dwi Tunggal

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda resmi dimulai dan membawa harapan baru bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Proyek yang diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi langkah nyata dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada Rabu, 8 April 2026, pengerjaan awal dimulai di lokasi jembatan yang berada di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Curup. Dimulainya pembangunan ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan akses penghubung yang lebih layak, aman, dan efisien bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan mobilitas.

Jembatan gantung tersebut dirancang dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Kehadirannya ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Hingga tahap awal, progres pembangunan telah mencapai sekitar 2,6 persen sebagai bentuk keseriusan dalam merealisasikan proyek ini.

Keberadaan jembatan ini nantinya akan sangat vital dalam menunjang aktivitas masyarakat. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, jembatan ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga setempat.

Selama ini, masyarakat harus menghadapi medan yang sulit dan waktu tempuh yang cukup lama untuk beraktivitas. Dengan hadirnya Jembatan Gantung Garuda, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, baik dalam kegiatan ekonomi maupun sosial sehari-hari.

Menariknya, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat. Semangat kebersamaan ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam membangun desa. Besar harapan, jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan menjadi simbol kemajuan serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal di masa mendatang.

Back To Top