Lensakodim0409

Lensakodim0409

Jalan tertimbun tanah longsor dan banjir, personil kodim 0409 rejang lebong ajak warga saling membahu laksanakan pembersihan.

Lebong - Akses jalan utama penghubung Kecamatan Lebong Utara dan Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, sempat lumpuh akibat tertimbun tanah longsor pada Minggu (4/4/2026). Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsoran tanah di Desa Tambang Sawah, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.


Merespons kejadian tersebut, personel Kodim 0409/Rejang Lebong melalui Koramil 409-01/LU langsung turun ke lokasi. Dipimpin Danramil Kapten Inf Efrizal Antoni, TNI bersama perangkat desa dan masyarakat bahu-membahu membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya.

Berkat semangat gotong royong, akses jalan yang semula tertutup kini sudah bisa dilalui kembali secara bergantian. Meski demikian, keterbatasan alat berat masih menjadi kendala, sehingga koordinasi dengan BPBD terus dilakukan guna mempercepat penanganan.


Tidak hanya itu, pembersihan juga dilakukan di jembatan yang terdampak banjir. Kini, akses tersebut sudah kembali normal. Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, dengan mengedepankan sinergi dan kebersamaan dalam setiap penanganan bencana.


Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam situasi darurat seperti ini menjadi bukti nyata kepedulian dan tanggung jawab terhadap keselamatan warga. Kolaborasi yang terjalin antara aparat dan masyarakat mampu mempercepat proses pemulihan, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah kondisi sulit.


Diharapkan dengan adanya penanganan yang cepat dan kerja sama lintas pihak, kondisi infrastruktur di wilayah terdampak dapat segera pulih sepenuhnya. Semangat gotong royong yang terus dijaga juga menjadi modal penting dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Jembatan garuda penyambung asa desa Dwi tunggal dan desa Rimbo Recab

Curup - Pembangunan Jembatan Gantung Garuda resmi dimulai dan menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Proyek ini diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada Selasa, 7 April 2026, kegiatan pembangunan mulai dilaksanakan di lokasi jembatan yang berada di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Curup. Dimulainya proyek ini menandai langkah awal dalam menghadirkan akses penghubung yang lebih layak dan aman antarwilayah di kawasan tersebut. 

Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Pembangunan ini ditujukan untuk memberikan manfaat langsung kepada 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 2 persen sebagai tahap awal pengerjaan.

Keberadaan jembatan gantung ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, jembatan ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan warga.

Selama ini, masyarakat kerap menghadapi kendala mobilitas akibat kondisi jalur yang sulit dilalui dan memakan waktu cukup lama. Dengan dibangunnya jembatan tersebut, diharapkan warga dapat beraktivitas dengan lebih mudah, cepat, dan efisien, baik untuk kepentingan ekonomi maupun sosial.

Proses pembangunan dilaksanakan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Semangat kebersamaan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat dan warga dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat serta berkelanjutan. Diharapkan, Jembatan Gantung Garuda dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Desa Dwi Tunggal di masa depan.

Upacara dan Tradisi Kenaikan Pangkat Prajurit Kodim 0409/Rejang Lebong

Curup – Kodim 0409/Rejang Lebong menggelar upacara kenaikan pangkat yang dirangkaikan dengan tradisi satuan bagi prajurit periode 1 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel makodim 0409/Rejang Lebong pada hari Senin (06/04/2026) ini dipimpin oleh Kasdim Mayor Inf Asri Wuri Hendra Dewa.


Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh jajaran prajurit, mulai dari perwira, bintara hingga tamtama. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para prajurit yang menerima kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara militer yang berjalan tertib, kemudian dilanjutkan dengan tradisi kenaikan pangkat sebagai simbol kehormatan dan kebanggaan satuan kepada prajurit yang berprestasi.


Dalam amanatnya, Kasdim menyampaikan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi negara sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.


Ia juga menegaskan bahwa setiap prajurit dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri, disiplin, serta semangat pengabdian, seiring dengan bertambahnya pangkat yang disandang.


Kegiatan ini berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Diharapkan, kenaikan pangkat ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa, negara, dan masyarakat.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Dwi Tunggal

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda resmi dimulai dan menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Proyek ini diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada Senin, 6 April 2026, kegiatan pembangunan dimulai di lokasi jembatan yang berada di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Curup. Dimulainya proyek ini menandai langkah awal dalam menghadirkan akses penghubung yang lebih layak dan aman antar desa di kawasan tersebut.

Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Pembangunan ini ditujukan untuk memberikan manfaat langsung kepada 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa yang berada di wilayah tersebut.

Jembatan gantung ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain menjadi jalur penghubung antar wilayah, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan warga.

Selama ini, masyarakat kerap menghadapi kendala mobilitas akibat kondisi jalur yang sulit dilalui dan memakan waktu cukup lama. Dengan dibangunnya jembatan ini, diharapkan warga dapat beraktivitas dengan lebih mudah, cepat, dan efisien, baik untuk kepentingan ekonomi maupun sosial.

Proses pembangunan dilaksanakan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Semangat kebersamaan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat dan warga dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat serta berkelanjutan.

Diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kehadirannya tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi serta kemajuan Desa Dwi Tunggal di masa depan.

Jembatan gantung Garuda penghubung asa warga Desa Dwi tunggal Kab. Rejang Lebong

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Proyek ini diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Pada hari Minggu (05/04/2026), kegiatan pembangunan resmi dimulai dengan tahap awal berupa pembersihan area lokasi jembatan. Kegiatan ini dilakukan di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, yang nantinya akan menjadi titik penghubung antar desa melalui jembatan tersebut.
Pasi Ter Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Inf Tasmi Basiroroni, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan program unggulan dari Kodam XXI / Radin Inten. Program ini juga sejalan dengan arahan pemerintah dalam meningkatkan pemerataan pembangunan di daerah.

Menurutnya, jembatan gantung ini memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Selain menghubungkan akses jalan antar desa, jembatan ini juga akan mempermudah warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, terutama di sektor pertanian.
Dengan adanya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan efisien. Warga tidak lagi mengalami kesulitan saat membawa hasil pertanian maupun dalam melakukan aktivitas ekonomi lainnya.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti kuat bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat demi kemajuan bersama.

Back To Top