Progress Jembatan Gantung Garuda Warga Dwi Tunggal Capai 29 Persen
Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program yang digagas Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai.
Pada Rabu, 22 April 2026, proses pembangunan terus berjalan dengan penuh semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 29 persen. Fokus pengerjaan berada pada pengecoran tiang angkur kaitan belakang sling panjang serta balok vilon sebagai penopang utama konstruksi jembatan.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan saat nantinya digunakan masyarakat. Dengan pengerjaan yang teliti dan terukur, diharapkan jembatan ini mampu berdiri kokoh serta memberikan rasa aman bagi warga yang melintas setiap hari.
Jembatan gantung ini dirancang memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Kehadirannya nanti akan memberi manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Warga pun menyambut pembangunan ini dengan penuh antusias karena akan mempermudah aktivitas sehari-hari.
Selain menjadi penghubung Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Akses yang lebih cepat dan efisien akan membantu menekan biaya transportasi, sehingga pendapatan warga berpeluang meningkat.
Pasi Ter Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Inf Tasmi Basiroroni, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat mempermudah warga membawa hasil panen, menghemat biaya angkut, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semangat gotong royong antara TNI dan warga pun menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam mewujudkan kemajuan daerah.


.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)





