-->

Lensakodim0409

Lensakodim0409

Launching GERTAM di Desa Sukarami kabupaten Rejang Lebong, Wujud Nyata Percepatan Tanam dan Ketahanan Pangan

Kegiatan launching Gerakan Tanam (GERTAM) di lokasi CSR Desa Sukarami, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong menjadi langkah nyata dalam mendukung percepatan tanam padi secara serentak. Program ini merupakan diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi langkah nyata dalam mendorong percepatan tanam dan ketahanan pangan. Dari total lahan 14 hektare yang tersedia, saat ini baru 6 hektare yang telah ditanami sebagai tahap awal pelaksanaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 April 2026 pukul 10.00 WIB ini dilaksanakan oleh Kodim 0409/Rejang Lebong melalui video conference bersama Wakil Menteri Pertanian, Bapak Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA. Momen ini menjadi simbol dimulainya percepatan tanam di lahan CSR (Cetak Sawah Rakyat) guna meningkatkan produksi pangan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya Dandim 0409/Rejang Lebong yang diwakili Kasdim Mayor Inf Asri Wuri Hendra Dewa, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, Polres Rejang Lebong, BRMP Provinsi Bengkulu, serta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten, perangkat desa, penyuluh pertanian, dan Satgas Brigade Pangan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung keberhasilan program pertanian.

Program percepatan tanam CSR ini merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan lahan yang telah dicetak agar segera produktif. Dengan target masif 10.000 hektare, gerakan ini difokuskan untuk meningkatkan luas tanam secara signifikan dengan target harian yang tinggi. Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produksi padi nasional.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha melalui program CSR, serta petani menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Pemanfaatan teknologi modern seperti traktor dan drone juga mulai diterapkan guna mempercepat proses tanam secara serempak dan efisien, sehingga hasil yang dicapai lebih optimal.

Melalui gerakan ini, diharapkan ketahanan pangan nasional semakin kuat. Setiap lahan yang tersedia dioptimalkan agar memberikan hasil terbaik bagi kebutuhan pangan masyarakat. Dengan pelaksanaan serentak di 17 provinsi, GERTAM menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia.

Sinergi TNI dan Warga Bangun Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda resmi dimulai dan membawa harapan baru bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Proyek yang diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi langkah nyata dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada Kamis, 9 April 2026, pengerjaan awal dilaksanakan di lokasi jembatan yang berada di Kecamatan Curup. Dimulainya pembangunan ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan akses penghubung yang lebih layak, aman, dan efisien bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan mobilitas.

Jembatan gantung tersebut dirancang dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Kehadirannya ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Hingga tahap awal, progres pembangunan telah mencapai sekitar 2,8 persen, menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan proyek ini.

Keberadaan jembatan ini nantinya akan sangat vital dalam menunjang aktivitas masyarakat. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, jembatan ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga setempat.

Selama ini, masyarakat harus menghadapi medan yang sulit serta waktu tempuh yang cukup lama untuk beraktivitas. Dengan hadirnya Jembatan Gantung Garuda, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, baik dalam kegiatan ekonomi maupun sosial sehari-hari.

Menariknya, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat. Dengan penuh semangat dan antusias, TNI bersama warga bahu-membahu melaksanakan setiap tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan hingga pengerjaan di lapangan. Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam membangun desa. Diharapkan, jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan menjadi simbol kemajuan serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal di masa mendatang.

Jembatan Gantung Garuda Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Kelurahan Dwi Tunggal

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda resmi dimulai dan membawa harapan baru bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Proyek yang diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi langkah nyata dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada Rabu, 8 April 2026, pengerjaan awal dimulai di lokasi jembatan yang berada di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Curup. Dimulainya pembangunan ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan akses penghubung yang lebih layak, aman, dan efisien bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan mobilitas.

Jembatan gantung tersebut dirancang dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Kehadirannya ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Hingga tahap awal, progres pembangunan telah mencapai sekitar 2,6 persen sebagai bentuk keseriusan dalam merealisasikan proyek ini.

Keberadaan jembatan ini nantinya akan sangat vital dalam menunjang aktivitas masyarakat. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, jembatan ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga setempat.

Selama ini, masyarakat harus menghadapi medan yang sulit dan waktu tempuh yang cukup lama untuk beraktivitas. Dengan hadirnya Jembatan Gantung Garuda, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, baik dalam kegiatan ekonomi maupun sosial sehari-hari.

Menariknya, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat. Semangat kebersamaan ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam membangun desa. Besar harapan, jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan menjadi simbol kemajuan serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal di masa mendatang.

Persit Kodam XXI/Radin Inten Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

       Ibu Dewa adalah seorang Persit (istri prajurit TNI AD) yang tidak hanya setia mendampingi tugas suami, tetapi juga berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Ketekunan dan semangat pengabdiannya tidak hanya terlihat dalam keluarga dan pekerjaan, tetapi juga dalam kepedulian terhadap perempuan di sekitarnya.

     Berangkat dari keprihatinannya melihat banyak ibu rumah tangga yang memiliki waktu, dan keterampilan, namun belum memiliki wadah produktif untuk mengembangkan potensi tersebut, Ibu Dewa tergerak untuk menghadirkan solusi nyata. Beliau menyadari bahwa perempuan memiliki kemampuan besar yang perlu di dukung agar dapat mandiri secara ekonomi.

     Di sisi lain, Kabupaten Rejang Lebong menyimpan warisan budaya yang berharga, salah satunya Batik ChaCha Mentari. Batik ChaCha Mentari bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi merupakan batik khas yang lahir dari kekayaan budaya daerah, memiliki nilai filosofis dan menjadi identitas budaya Kabupaten Rejang Lebong. Motifnya terinspirasi dari aksara kaganga, simbol warisan leluhur masyarakat rejang yang sarat makna dan nilai sejarah.

     Dengan latar belakang tersebut, tekad Ibu Dewa semakin bulat untuk mendirikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM) Batik ChaCha Mentari. Dengan semangat kebersamaan, beliau mulai mengumpulkan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka berkumpul di teras rumah, belajar menggambar pola, mencanting, hingga mewarnai kain. Batik ChaCha Mentari memiliki 3 pengrajin batik, dan setiap bulannya bisa memproduksi sebanyak 10-30 buah helai  kain. Perlahan tapi pasti, hasil kerja mereka membuahkan hasil, pesanan datang walaupun masih sekitar wilayah Bengkulu.

   Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung anggotanya untuk terus berkembang dan berkarya melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya program Persit Bisa. Program Persit Bisa itu sendiri merupakan wadah pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan anggota melalui pengembangan UMKM. Setelah sukses dengan program Persit Bisa pada tahun 2025 yang di selenggarakan di Balai Kartini Jakarta, pada tahun ini dibulan Mei bertempat di Balai Kartini Jakarta, Persit KCK kembali menyelenggarakan program Persit Bisa. 

     Pada Persit Bisa tahun ini, Batik ChaCha Mentari terpilih sebagai perwakilan UMKM dari Cabang XX Dim 0409  Koorcab Rem 041 PD XXI/ Radin Inten. Ny. Ratih Agung selaku Ketua cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/ Radin Inten menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas terpilihnya Batik ChaCha Mentari dalam Program Persit Bisa. 

“ Kami sangat bangga dan mengapresiasi terpilihnya UMKM Batik ChaCha Mentari dalam program Persit Bisa. Ini merupakan bukti bahwa kerja keras, kreativitas, dan semangat anggota Persit dalam mengembangkan usaha patut diapresiasikan.” 

     Terpilihnya Batik ChaCha Mentari tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satu dukungan terbesar datang dari Pembina Persit dan Ketua Persit KCK, yang selalu senantiasa memberikan motivasi, arahan, serta kesempatan bagi anggota untuk mengembangkan potensi usaha yang dimiliki. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan, pendampingan usaha, serta pemberian ruang promosi dalam perbagai kegiatan organisasi.

     Banyak harapan yang ingin dicapai dengan terpilihnya Batik ChaCha Mentari dalam Program Persit Bisa, antara lain pelestarian budaya Rejang Lebong, peningkatan promosi Batik ChaCha Mentari, dan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu rumah tangga.

     Keberhasilan UMKM Batik ChaCha Mentari diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota lainnya untuk terus berani berkarya, berinovasi, dan berkembang. Mari kita Bersama-sama mendukung UMKM sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian nasional.

Jalan tertimbun tanah longsor dan banjir, personil kodim 0409 rejang lebong ajak warga saling membahu laksanakan pembersihan.

Lebong - Akses jalan utama penghubung Kecamatan Lebong Utara dan Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, sempat lumpuh akibat tertimbun tanah longsor pada Minggu (4/4/2026). Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsoran tanah di Desa Tambang Sawah, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.


Merespons kejadian tersebut, personel Kodim 0409/Rejang Lebong melalui Koramil 409-01/LU langsung turun ke lokasi. Dipimpin Danramil Kapten Inf Efrizal Antoni, TNI bersama perangkat desa dan masyarakat bahu-membahu membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya.

Berkat semangat gotong royong, akses jalan yang semula tertutup kini sudah bisa dilalui kembali secara bergantian. Meski demikian, keterbatasan alat berat masih menjadi kendala, sehingga koordinasi dengan BPBD terus dilakukan guna mempercepat penanganan.


Tidak hanya itu, pembersihan juga dilakukan di jembatan yang terdampak banjir. Kini, akses tersebut sudah kembali normal. Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, dengan mengedepankan sinergi dan kebersamaan dalam setiap penanganan bencana.


Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam situasi darurat seperti ini menjadi bukti nyata kepedulian dan tanggung jawab terhadap keselamatan warga. Kolaborasi yang terjalin antara aparat dan masyarakat mampu mempercepat proses pemulihan, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah kondisi sulit.


Diharapkan dengan adanya penanganan yang cepat dan kerja sama lintas pihak, kondisi infrastruktur di wilayah terdampak dapat segera pulih sepenuhnya. Semangat gotong royong yang terus dijaga juga menjadi modal penting dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Back To Top