-->

Lensakodim0409

Lensakodim0409

 Jembatan Garuda Penghubung asa Warga Kelurahan Dwi Tunggal Kab. Rejang Lebong.

Jembatan Garuda Penghubung asa Warga Kelurahan Dwi Tunggal Kab. Rejang Lebong.

“Di balik semangat pengabdian kepada rakyat, TNI hadir membangun harapan bagi masyarakat.

https://www.instagram.com/reel/DYGcVACzv1a/?igsh=MWMzNm90eWlwbnVpaQ==

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan progres yang signifikan.

Jembatan ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, bapak Prabowo Subianto, yang di gagas di wilayah kodim 0409/Rejang Lebong  bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat di pelosok daerah.



Kehadiran jembatan ini nantinya akan memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta membantu para petani membawa hasil panen dengan lebih cepat dan aman.

Dengan semangat gotong royong, TNI bersama masyarakat bahu membahu menyelesaikan pembangunan demi masa depan yang lebih baik.


Karena bagi TNI, pengabdian bukan hanya menjaga negeri… tetapi juga membangun harapan untuk rakyat.”

Jembatan Gantung Garuda Penyambung Asa Warga Lubuk Bingin Baru, Progress Capai 61 Persen

Rejang Lebong – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mendambakan akses penghubung yang aman, cepat, dan memadai. Infrastruktur tersebut diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendorong kemajuan desa di berbagai sektor.

Program pembangunan ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat pedesaan. Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang masih membutuhkan perhatian. Hingga Kamis, 7 Mei 2026, proses pengerjaan jembatan terus berjalan dengan fokus pada pembangunan pondasi sebagai penopang utama konstruksi.

Tahap pembangunan pondasi menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang. Para pekerja bersama masyarakat tampak bergotong royong menyelesaikan pekerjaan dengan penuh semangat. Meski medan yang dilalui cukup menantang, proses pembangunan tetap berjalan lancar sesuai target yang telah direncanakan.

Saat ini, progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai 61 persen. Nantinya, jembatan tersebut akan memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter. Ukuran itu dinilai cukup ideal untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama sebagai jalur penghubung utama antarwilayah di desa.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pembangunan demi kepentingan bersama.

Ia juga berharap pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran jembatan ini diyakini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan perekonomian warga, khususnya bagi para petani yang selama ini mengalami kesulitan akses transportasi.

Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat nantinya dapat lebih mudah membawa hasil pertanian menuju pasar maupun pusat penjualan. Waktu tempuh akan menjadi lebih singkat, biaya transportasi lebih hemat, dan aktivitas warga pun semakin lancar. Jembatan Gantung Garuda kini tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol harapan baru menuju kesejahteraan masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru.

Batik ChaCha Mentari Siap Tampil di Ajang Persit Bisa 2 di Jakarta

Batik ChaCha Mentari dari Rejang Lebong bersiap mengikuti ajang Persit Bisa 2 yang akan digelar di Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk batik lokal ke tingkat yang lebih luas. 

Persiapan telah dilakukan sejak awal Januari 2026. Proses produksi dilakukan di workshop Batik ChaCha Mentari dengan melibatkan para pengrajin lokal. Tahapan produksi meliputi pemilihan bahan, pembuatan motif, hingga proses pewarnaan yang dikerjakan secara teliti. 

Selain kain batik, Batik ChaCha Mentari juga menyiapkan produk siap pakai berupa kemeja batik pria. Produk tersebut dirancang dengan desain modern dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, baik formal maupun nonformal. 

Setelah proses produksi selesai, tim melakukan kurasi untuk menentukan produk yang akan dibawa ke ajang tersebut. Pemilihan dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas bahan, kerapian jahitan, serta tampilan produk secara keseluruhan. 

Keberangkatan tim Batik ChaCha Mentari menuju Jakarta dilepas oleh Pembina serta Ketua Persit KCK Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/Radin Inten. Pelepasan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap partisipasi dalam ajang Persit Bisa 2. 

Melalui keikutsertaan ini, Batik ChaCha Mentari diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat  terhadap produk batik lokal. 

Pengunjung Persit Bisa 2 nantinya dapat melihat langsung berbagai koleksi batik yang ditampilkan di booth Batik ChaCha Mentari. Produk yang dipamerkan meliputi kain batik serta kemeja dengan beragam motif khas. 

Keikutsertaan Batik ChaCha Mentari dalam ajang ini menjadi salah satu upaya pelaku usaha lokal dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.

Capai 86 Persen, Jembatan Gantung Garuda Tingkatkan Antusias Warga Dwi Tunggal

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Program yang digagas oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai.

Pada Rabu, 6 Mei 2026, kegiatan pembangunan masih terus berlangsung dengan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 86 persen, menandakan bahwa proyek tersebut semakin mendekati tahap penyelesaian.

Saat ini, fokus pengerjaan diarahkan pada pengecoran rabat beton di bagian pangkal jembatan. Pekerjaan tersebut menjadi akses utama yang nantinya digunakan masyarakat sebagai jalur keluar masuk menuju jembatan gantung.


Tahapan pengecoran ini dinilai sangat penting karena berperan dalam menopang kekuatan struktur jembatan secara keseluruhan. Dengan pengerjaan yang dilakukan secara teliti dan sesuai standar, jembatan diharapkan mampu bertahan lama serta aman digunakan.

Jembatan gantung ini memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Kehadirannya diproyeksikan akan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang layak.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini dapat memperlancar distribusi hasil pertanian warga. Akses yang lebih mudah akan membantu mengurangi biaya angkut dan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen masyarakat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.



Jembatan Gantung Garuda Penyambung Asa Desa Lubuk Bingin Baru, Progres Capai 50 Persen

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi warga yang selama ini membutuhkan akses penghubung yang lebih aman dan mudah. Infrastruktur tersebut diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah pedesaan. Selain itu, jembatan ini juga diharapkan menjadi pendorong kemajuan desa ke arah yang lebih baik.

Proyek pembangunan ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut menjadi wujud nyata percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang membutuhkan perhatian lebih. Pada Selasa, 05 Mei 2026, pengerjaan jembatan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penguatan struktur utama serta penyempurnaan bagian pondasi dan rangka jembatan.

Hingga saat ini, progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai 50 persen. Nantinya, jembatan ini akan dibangun dengan panjang 60 meter dan lebar 1,2 meter. Ukuran tersebut dinilai cukup ideal untuk menunjang mobilitas warga sehari-hari. Dengan hadirnya jembatan ini, akses antarwilayah akan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Ia menegaskan bahwa pembangunan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membawa harapan dan masa depan bagi masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun selama proses pengerjaan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas.

Manfaat besar dari pembangunan jembatan ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani. Mereka nantinya akan lebih mudah membawa hasil panen menuju pasar atau pusat penjualan. Waktu tempuh yang sebelumnya cukup lama dapat dipersingkat secara signifikan. Hal ini tentu berdampak pada efisiensi biaya serta peningkatan pendapatan warga. 

Selain memberikan dampak ekonomi, jembatan ini juga akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman, sementara warga yang membutuhkan layanan kesehatan dapat menjangkaunya dengan lebih cepat. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi nyata atas berbagai keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga menjadi simbol kuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat nyata dalam setiap tahapan pekerjaan yang dilaksanakan bersama. Kebersamaan ini membuktikan bahwa kemajuan daerah dapat terwujud melalui kerja sama yang solid. Dengan semangat persatuan, jembatan ini diharapkan benar-benar menjadi penyambung asa menuju kesejahteraan masyarakat.

Back To Top