-->

Lensakodim0409

Lensakodim0409

Batik ChaCha Mentari Raih Antusiasme Tinggi di Pameran UMKM “Persit Bisa 2” Balai Kartini Jakarta

Pameran UMKM “Persit Bisa 2” yang digelar di Balai Kartini pada 7–9 Mei 2026 menjadi momentum berharga bagi Batik ChaCha Mentari untuk memperkenalkan karya batik daerah ke tingkat nasional. Melalui berbagai koleksi batik dengan motif elegan dan modern, Batik ChaCha Mentari berhasil menarik perhatian para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati booth Batik ChaCha Mentari selama pameran berlangsung. Tingginya minat pembeli membuat omzet penjualan meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi bukti bahwa produk batik lokal memiliki daya saing tinggi dan mampu mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

Tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan penjualan, keikutsertaan Batik ChaCha Mentari dalam ajang “Persit Bisa 2” juga menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas. Setiap motif batik yang ditampilkan membawa ciri khas dan nilai budaya yang menggambarkan kekayaan daerah Bengkulu.

Kehadiran Batik ChaCha Mentari di pameran tersebut turut membawa nama Bengkulu semakin dikenal di tingkat nasional. Banyak pengunjung yang mengaku tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang budaya dan potensi daerah setelah melihat langsung koleksi batik yang dipamerkan.



Pendiri Batik ChaCha Mentari, Ely Dewa, menyampaikan bahwa dukungan dan motivasi di lingkungan Persit menjadi kekuatan besar bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang. Menurutnya, semangat kebersamaan dan dorongan untuk mandiri membuat para pelaku usaha semakin percaya diri dalam mengembangkan produk daerah agar mampu bersaing secara luas.

Ia juga berharap Batik ChaCha Mentari dapat terus berkembang menjadi UMKM batik yang lebih maju, meningkatkan penjualan secara berkelanjutan, serta terus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Semangat untuk terus berkarya dan berinovasi menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah.


Selain itu, Batik ChaCha Mentari turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari Kristomei Sianturi serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XXI/RI, Asti Kristomei. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi Batik ChaCha Mentari untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah dan membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk terus maju.

Jembatan Gantung Garuda Penghubung Asa dan Harapan Warga Rejang Lebong

Di balik semangat pengabdian kepada rakyat, TNI terus hadir membawa harapan bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang bermanfaat. Salah satunya melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal dan Desa Lubuk Bingin Baru, Kabupaten Rejang Lebong, yang saat ini terus menunjukkan progres signifikan.

jembatan garuda kelurahan dwi tunggal

Program pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membuka keterisolasian serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.

Pada Senin, 11 Mei 2026, pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal telah memasuki tahap pemasangan hanger jembatan dengan progres pekerjaan mencapai 94 persen. Sementara itu, pembangunan jembatan di Desa Lubuk Bingin Baru masih berfokus pada pengerjaan pondasi dengan progres mencapai 65 persen. Kedua pembangunan tersebut terus dikerjakan secara bertahap demi memastikan kualitas dan keamanan jembatan.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong,Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.,Opsla menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mendukung jalannya pembangunan. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pekerjaan di lapangan.

Ia berharap pembangunan jembatan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target yang telah direncanakan. Dengan selesainya pembangunan tersebut, masyarakat nantinya dapat menikmati akses penghubung yang lebih aman dan efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Jembatan garuda desa lubuk bingin baru

Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diyakini akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani nantinya akan lebih mudah mengangkut hasil panen, sehingga distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan hemat waktu.

Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan mampu menghadirkan harapan baru bagi daerah. Jembatan Gantung Perintis Garuda tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol persatuan dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong menuju masa depan yang lebih sejahtera.

 Jembatan Garuda Penghubung asa Warga Kelurahan Dwi Tunggal Kab. Rejang Lebong.

Jembatan Garuda Penghubung asa Warga Kelurahan Dwi Tunggal Kab. Rejang Lebong.

“Di balik semangat pengabdian kepada rakyat, TNI hadir membangun harapan bagi masyarakat.

https://www.instagram.com/reel/DYGcVACzv1a/?igsh=MWMzNm90eWlwbnVpaQ==

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan progres yang signifikan.

Jembatan ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, bapak Prabowo Subianto, yang di gagas di wilayah kodim 0409/Rejang Lebong  bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat di pelosok daerah.



Kehadiran jembatan ini nantinya akan memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta membantu para petani membawa hasil panen dengan lebih cepat dan aman.

Dengan semangat gotong royong, TNI bersama masyarakat bahu membahu menyelesaikan pembangunan demi masa depan yang lebih baik.


Karena bagi TNI, pengabdian bukan hanya menjaga negeri… tetapi juga membangun harapan untuk rakyat.”

Jembatan Gantung Garuda Penyambung Asa Warga Lubuk Bingin Baru, Progress Capai 61 Persen

Rejang Lebong – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mendambakan akses penghubung yang aman, cepat, dan memadai. Infrastruktur tersebut diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendorong kemajuan desa di berbagai sektor.

Program pembangunan ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat pedesaan. Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang masih membutuhkan perhatian. Hingga Kamis, 7 Mei 2026, proses pengerjaan jembatan terus berjalan dengan fokus pada pembangunan pondasi sebagai penopang utama konstruksi.

Tahap pembangunan pondasi menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang. Para pekerja bersama masyarakat tampak bergotong royong menyelesaikan pekerjaan dengan penuh semangat. Meski medan yang dilalui cukup menantang, proses pembangunan tetap berjalan lancar sesuai target yang telah direncanakan.

Saat ini, progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai 61 persen. Nantinya, jembatan tersebut akan memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter. Ukuran itu dinilai cukup ideal untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama sebagai jalur penghubung utama antarwilayah di desa.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pembangunan demi kepentingan bersama.

Ia juga berharap pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran jembatan ini diyakini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan perekonomian warga, khususnya bagi para petani yang selama ini mengalami kesulitan akses transportasi.

Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat nantinya dapat lebih mudah membawa hasil pertanian menuju pasar maupun pusat penjualan. Waktu tempuh akan menjadi lebih singkat, biaya transportasi lebih hemat, dan aktivitas warga pun semakin lancar. Jembatan Gantung Garuda kini tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol harapan baru menuju kesejahteraan masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru.

Batik ChaCha Mentari Siap Tampil di Ajang Persit Bisa 2 di Jakarta

Batik ChaCha Mentari dari Rejang Lebong bersiap mengikuti ajang Persit Bisa 2 yang akan digelar di Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk batik lokal ke tingkat yang lebih luas. 

Persiapan telah dilakukan sejak awal Januari 2026. Proses produksi dilakukan di workshop Batik ChaCha Mentari dengan melibatkan para pengrajin lokal. Tahapan produksi meliputi pemilihan bahan, pembuatan motif, hingga proses pewarnaan yang dikerjakan secara teliti. 

Selain kain batik, Batik ChaCha Mentari juga menyiapkan produk siap pakai berupa kemeja batik pria. Produk tersebut dirancang dengan desain modern dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, baik formal maupun nonformal. 

Setelah proses produksi selesai, tim melakukan kurasi untuk menentukan produk yang akan dibawa ke ajang tersebut. Pemilihan dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas bahan, kerapian jahitan, serta tampilan produk secara keseluruhan. 

Keberangkatan tim Batik ChaCha Mentari menuju Jakarta dilepas oleh Pembina serta Ketua Persit KCK Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/Radin Inten. Pelepasan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap partisipasi dalam ajang Persit Bisa 2. 

Melalui keikutsertaan ini, Batik ChaCha Mentari diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat  terhadap produk batik lokal. 

Pengunjung Persit Bisa 2 nantinya dapat melihat langsung berbagai koleksi batik yang ditampilkan di booth Batik ChaCha Mentari. Produk yang dipamerkan meliputi kain batik serta kemeja dengan beragam motif khas. 

Keikutsertaan Batik ChaCha Mentari dalam ajang ini menjadi salah satu upaya pelaku usaha lokal dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.

Back To Top