Lensakodim0409

Lensakodim0409

Jembatan Gantung Garuda Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Kelurahan Dwi Tunggal

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda resmi dimulai dan membawa harapan baru bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Proyek yang diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi langkah nyata dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada Rabu, 8 April 2026, pengerjaan awal dimulai di lokasi jembatan yang berada di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Curup. Dimulainya pembangunan ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan akses penghubung yang lebih layak, aman, dan efisien bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan mobilitas.

Jembatan gantung tersebut dirancang dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Kehadirannya ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Hingga tahap awal, progres pembangunan telah mencapai sekitar 2,6 persen sebagai bentuk keseriusan dalam merealisasikan proyek ini.

Keberadaan jembatan ini nantinya akan sangat vital dalam menunjang aktivitas masyarakat. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, jembatan ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga setempat.

Selama ini, masyarakat harus menghadapi medan yang sulit dan waktu tempuh yang cukup lama untuk beraktivitas. Dengan hadirnya Jembatan Gantung Garuda, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, baik dalam kegiatan ekonomi maupun sosial sehari-hari.

Menariknya, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat. Semangat kebersamaan ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam membangun desa. Besar harapan, jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan menjadi simbol kemajuan serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal di masa mendatang.

Persit Kodam XXI/Radin Inten Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

       Ibu Dewa adalah seorang Persit (istri prajurit TNI AD) yang tidak hanya setia mendampingi tugas suami, tetapi juga berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Ketekunan dan semangat pengabdiannya tidak hanya terlihat dalam keluarga dan pekerjaan, tetapi juga dalam kepedulian terhadap perempuan di sekitarnya.

     Berangkat dari keprihatinannya melihat banyak ibu rumah tangga yang memiliki waktu, dan keterampilan, namun belum memiliki wadah produktif untuk mengembangkan potensi tersebut, Ibu Dewa tergerak untuk menghadirkan solusi nyata. Beliau menyadari bahwa perempuan memiliki kemampuan besar yang perlu di dukung agar dapat mandiri secara ekonomi.

     Di sisi lain, Kabupaten Rejang Lebong menyimpan warisan budaya yang berharga, salah satunya Batik ChaCha Mentari. Batik ChaCha Mentari bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi merupakan batik khas yang lahir dari kekayaan budaya daerah, memiliki nilai filosofis dan menjadi identitas budaya Kabupaten Rejang Lebong. Motifnya terinspirasi dari aksara kaganga, simbol warisan leluhur masyarakat rejang yang sarat makna dan nilai sejarah.

     Dengan latar belakang tersebut, tekad Ibu Dewa semakin bulat untuk mendirikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM) Batik ChaCha Mentari. Dengan semangat kebersamaan, beliau mulai mengumpulkan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka berkumpul di teras rumah, belajar menggambar pola, mencanting, hingga mewarnai kain. Batik ChaCha Mentari memiliki 3 pengrajin batik, dan setiap bulannya bisa memproduksi sebanyak 10-30 buah helai  kain. Perlahan tapi pasti, hasil kerja mereka membuahkan hasil, pesanan datang walaupun masih sekitar wilayah Bengkulu.

   Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung anggotanya untuk terus berkembang dan berkarya melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya program Persit Bisa. Program Persit Bisa itu sendiri merupakan wadah pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan anggota melalui pengembangan UMKM. Setelah sukses dengan program Persit Bisa pada tahun 2025 yang di selenggarakan di Balai Kartini Jakarta, pada tahun ini dibulan Mei bertempat di Balai Kartini Jakarta, Persit KCK kembali menyelenggarakan program Persit Bisa. 

     Pada Persit Bisa tahun ini, Batik ChaCha Mentari terpilih sebagai perwakilan UMKM dari Cabang XX Dim 0409  Koorcab Rem 041 PD XXI/ Radin Inten. Ny. Ratih Agung selaku Ketua cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/ Radin Inten menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas terpilihnya Batik ChaCha Mentari dalam Program Persit Bisa. 

“ Kami sangat bangga dan mengapresiasi terpilihnya UMKM Batik ChaCha Mentari dalam program Persit Bisa. Ini merupakan bukti bahwa kerja keras, kreativitas, dan semangat anggota Persit dalam mengembangkan usaha patut diapresiasikan.” 

     Terpilihnya Batik ChaCha Mentari tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satu dukungan terbesar datang dari Pembina Persit dan Ketua Persit KCK, yang selalu senantiasa memberikan motivasi, arahan, serta kesempatan bagi anggota untuk mengembangkan potensi usaha yang dimiliki. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan, pendampingan usaha, serta pemberian ruang promosi dalam perbagai kegiatan organisasi.

     Banyak harapan yang ingin dicapai dengan terpilihnya Batik ChaCha Mentari dalam Program Persit Bisa, antara lain pelestarian budaya Rejang Lebong, peningkatan promosi Batik ChaCha Mentari, dan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu rumah tangga.

     Keberhasilan UMKM Batik ChaCha Mentari diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota lainnya untuk terus berani berkarya, berinovasi, dan berkembang. Mari kita Bersama-sama mendukung UMKM sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian nasional.

Jalan tertimbun tanah longsor dan banjir, personil kodim 0409 rejang lebong ajak warga saling membahu laksanakan pembersihan.

Lebong - Akses jalan utama penghubung Kecamatan Lebong Utara dan Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, sempat lumpuh akibat tertimbun tanah longsor pada Minggu (4/4/2026). Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsoran tanah di Desa Tambang Sawah, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.


Merespons kejadian tersebut, personel Kodim 0409/Rejang Lebong melalui Koramil 409-01/LU langsung turun ke lokasi. Dipimpin Danramil Kapten Inf Efrizal Antoni, TNI bersama perangkat desa dan masyarakat bahu-membahu membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya.

Berkat semangat gotong royong, akses jalan yang semula tertutup kini sudah bisa dilalui kembali secara bergantian. Meski demikian, keterbatasan alat berat masih menjadi kendala, sehingga koordinasi dengan BPBD terus dilakukan guna mempercepat penanganan.


Tidak hanya itu, pembersihan juga dilakukan di jembatan yang terdampak banjir. Kini, akses tersebut sudah kembali normal. Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, dengan mengedepankan sinergi dan kebersamaan dalam setiap penanganan bencana.


Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam situasi darurat seperti ini menjadi bukti nyata kepedulian dan tanggung jawab terhadap keselamatan warga. Kolaborasi yang terjalin antara aparat dan masyarakat mampu mempercepat proses pemulihan, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah kondisi sulit.


Diharapkan dengan adanya penanganan yang cepat dan kerja sama lintas pihak, kondisi infrastruktur di wilayah terdampak dapat segera pulih sepenuhnya. Semangat gotong royong yang terus dijaga juga menjadi modal penting dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Jembatan garuda penyambung asa desa Dwi tunggal dan desa Rimbo Recab

Curup - Pembangunan Jembatan Gantung Garuda resmi dimulai dan menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong. Proyek ini diinisiasi oleh Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada Selasa, 7 April 2026, kegiatan pembangunan mulai dilaksanakan di lokasi jembatan yang berada di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Curup. Dimulainya proyek ini menandai langkah awal dalam menghadirkan akses penghubung yang lebih layak dan aman antarwilayah di kawasan tersebut. 

Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Pembangunan ini ditujukan untuk memberikan manfaat langsung kepada 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 2 persen sebagai tahap awal pengerjaan.

Keberadaan jembatan gantung ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, jembatan ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan warga.

Selama ini, masyarakat kerap menghadapi kendala mobilitas akibat kondisi jalur yang sulit dilalui dan memakan waktu cukup lama. Dengan dibangunnya jembatan tersebut, diharapkan warga dapat beraktivitas dengan lebih mudah, cepat, dan efisien, baik untuk kepentingan ekonomi maupun sosial.

Proses pembangunan dilaksanakan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Semangat kebersamaan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat dan warga dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat serta berkelanjutan. Diharapkan, Jembatan Gantung Garuda dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Desa Dwi Tunggal di masa depan.

Upacara dan Tradisi Kenaikan Pangkat Prajurit Kodim 0409/Rejang Lebong

Curup – Kodim 0409/Rejang Lebong menggelar upacara kenaikan pangkat yang dirangkaikan dengan tradisi satuan bagi prajurit periode 1 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel makodim 0409/Rejang Lebong pada hari Senin (06/04/2026) ini dipimpin oleh Kasdim Mayor Inf Asri Wuri Hendra Dewa.


Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh jajaran prajurit, mulai dari perwira, bintara hingga tamtama. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para prajurit yang menerima kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara militer yang berjalan tertib, kemudian dilanjutkan dengan tradisi kenaikan pangkat sebagai simbol kehormatan dan kebanggaan satuan kepada prajurit yang berprestasi.


Dalam amanatnya, Kasdim menyampaikan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi negara sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.


Ia juga menegaskan bahwa setiap prajurit dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri, disiplin, serta semangat pengabdian, seiring dengan bertambahnya pangkat yang disandang.


Kegiatan ini berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Diharapkan, kenaikan pangkat ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa, negara, dan masyarakat.
Back To Top