-->

Ground Breaking Jembatan Merah Putih Tahap V dan VI di Rejang Lebong,Kodim 0409/Rejang Lebong bangun 6 Jembatan diwilayahnya

Rejang Lebong – Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M,Tr.,Opsla menggelar kegiatan Ground Breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Tahap V dan Tahap VI yang dilaksanakan secara serentak bersama jajaran Kodim di wilayah Korem 041/Garuda Emas. Kegiatan berlangsung di Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (05/06/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Danrem 041/Gamas, Jatmiko Aryanto, yang menegaskan pentingnya pengawasan dan semangat gotong royong dalam setiap tahapan pembangunan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat dalam jangka panjang.


Dalam sambutannya, Danrem menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI merupakan program yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membuka keterisolasian wilayah, mempercepat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke daerah terpencil.

Sebanyak enam jembatan akan dibangun dalam program tersebut, meliputi jembatan beton di Desa Air Merah, Desa Dusun Sawah, Kelurahan Simpang Nangka, Desa Tik Serong, dan Desa Air Rusa, serta satu jembatan gantung di Desa Talang Leak. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperlancar aktivitas masyarakat.

Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, pembangunan jembatan juga akan memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, unsur Forkopimda, instansi terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Desa Air Merah. Antusiasme warga yang hadir menjadi bukti tingginya harapan terhadap pembangunan Jembatan Merah Putih sebagai penghubung baru yang akan mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Jembatan Gantung Garuda Lubuk Bingin Baru Capai 73 Persen

Rejang Lebong – Harapan masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, untuk memiliki akses yang lebih aman dan mudah kini semakin mendekati kenyataan. Hingga Jumat (05/06/2026), pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai progres 73 persen.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pemerataan pembangunan yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dilaksanakan oleh Kodim 0409/Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi kebutuhan akses masyarakat, khususnya warga yang sehari-hari beraktivitas di sektor pertanian dan perkebunan.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada tahap pengecoran angkur pilon jembatan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses konstruksi karena berfungsi sebagai penopang utama yang akan menjamin kekuatan dan keamanan jembatan saat digunakan nantinya.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Agung Lewis Oktorada, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus memberikan dukungan dan terlibat aktif dalam kegiatan gotong royong selama pembangunan berlangsung. Sinergi antara TNI dan warga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan.

Apabila telah selesai dibangun, Jembatan Gantung Garuda akan memberikan manfaat bagi sekitar 341 kepala keluarga atau 621 jiwa. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, jembatan ini juga akan memudahkan pengangkutan hasil pertanian sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan warga.

Lebih dari sekadar infrastruktur penghubung, Jembatan Gantung Garuda menjadi simbol harapan dan kemajuan bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru. Seiring progres pembangunan yang terus meningkat, optimisme warga pun semakin besar untuk segera menikmati manfaat jembatan yang diyakini akan membawa perubahan positif bagi kehidupan mereka.

Harapan Warga Semakin Nyata, Jembatan Gantung Garuda Lubuk Bingin Baru Tembus Progres 72 Persen

Rejang Lebong – Harapan masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, untuk memiliki akses penghubung yang aman dan memadai kini semakin dekat menjadi kenyataan. Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang selama ini dinantikan warga terus menunjukkan perkembangan positif dengan capaian progres pekerjaan mencapai 72 persen hingga Selasa (2/6/2026).

Jembatan yang dibangun melalui program pemerataan pembangunan yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dilaksanakan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong tersebut menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat pedesaan. Kehadirannya diyakini akan memberikan kemudahan akses bagi warga yang selama ini harus menghadapi berbagai keterbatasan dalam beraktivitas sehari-hari.

Memasuki tahap pekerjaan saat ini, personel yang terlibat fokus melaksanakan pengecoran angkur pilon jembatan. Tahapan tersebut merupakan bagian penting dalam proses konstruksi karena berfungsi sebagai penopang utama yang akan menentukan kekuatan serta keamanan jembatan dalam jangka panjang. Pengerjaan dilakukan secara teliti agar hasil yang diperoleh benar-benar kokoh dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Agung Lewis Oktorada, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat yang terus menunjukkan semangat gotong royong selama pembangunan berlangsung. Menurutnya, sinergi antara TNI dan warga menjadi faktor penting yang membuat proses pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai target yang telah direncanakan.

Setelah selesai dibangun, Jembatan Gantung Garuda akan memberikan manfaat besar bagi sekitar 341 Kepala Keluarga atau 621 jiwa yang berada di wilayah tersebut. Akses yang lebih mudah dan aman akan membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, terutama para petani yang setiap hari mengangkut hasil perkebunan dan pertanian untuk dipasarkan ke berbagai daerah. Kehadiran jembatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang baru bagi perkembangan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Bagi masyarakat Lubuk Bingin Baru, Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan dua wilayah. Lebih dari itu, jembatan ini menjadi simbol harapan, kemajuan, dan masa depan yang lebih baik. Dengan progres pembangunan yang terus meningkat dari hari ke hari, warga kini semakin optimistis menantikan saat jembatan tersebut berdiri kokoh dan mulai digunakan untuk menunjang kehidupan mereka.

Harapan Warga Kian Dekat, Jembatan Gantung Garuda Lubuk Bingin Baru Capai 71 Persen

Rejang Lebong – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Hingga Selasa (02/06/2026), pembangunan jembatan yang menjadi harapan masyarakat tersebut telah mencapai 71 persen.

Program pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dilaksanakan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong. Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu membuka akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat pedesaan, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan dan pertanian.

Pada tahap pengerjaan saat ini, personel yang terlibat fokus melaksanakan pengecoran angkur pilon jembatan. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kekuatan dan keamanan konstruksi sebelum memasuki tahapan berikutnya.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, mengapresiasi dukungan dan partisipasi masyarakat yang terus bergotong royong selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kunci percepatan pembangunan jembatan tersebut.

Jika telah rampung, Jembatan Gantung Garuda akan memberikan manfaat bagi sekitar 341 Kepala Keluarga atau 621 jiwa. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Lebih dari sekadar sarana penghubung, Jembatan Gantung Garuda menjadi simbol harapan baru bagi warga Desa Lubuk Bingin Baru. Dengan progres yang terus meningkat, masyarakat kini semakin optimistis menantikan hadirnya jembatan yang akan membuka peluang dan masa depan yang lebih baik bagi desa mereka.

Progress 69 Persen, Jembatan Gantung Garuda Jadi Harapan Baru Warga Lubuk Bingin Baru

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Jumat (29/05/2026), progres pembangunan telah mencapai 69 persen dan menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam membuka akses serta mendorong kemajuan desa.

Program yang merupakan program unggulan bapak presiden republik Indonesia bapak Prabowo subianto yang digagas Kodim 0409/Rejang Lebong ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada proses pengecoran pondasi jembatan sebagai tahapan penting sebelum memasuki pembangunan utama secara bertahap.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang ikut terlibat dalam pembangunan. Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi warga, terutama dalam mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.

Jembatan ini nantinya akan memberikan manfaat langsung bagi 341 Kepala Keluarga dengan total 621 jiwa. Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga, meningkatkan keamanan perjalanan, serta menjadi simbol kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Lubuk Bingin Baru.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam setiap proses pembangunan. Warga bersama personel TNI saling bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan dengan penuh semangat kebersamaan. Gotong royong tersebut menjadi bukti kuat bahwa pembangunan yang dilakukan bersama mampu menghadirkan harapan baru bagi masa depan desa yang lebih maju dan sejahtera.

Dengan progres pembangunan yang terus meningkat, masyarakat berharap Jembatan Gantung Garuda dapat segera selesai dan digunakan. Kehadiran jembatan ini diyakini akan menjadi penghubung penting yang mampu memperlancar aktivitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Jembatan Gantung Garuda Lubuk Bingin Baru Capai Progress 68 Persen, Warga Sambut dengan Penuh Harapan

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Selasa (26/05/2026), progres pembangunan telah mencapai 68 persen. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mendambakan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak digunakan.

Program pembangunan tersebut merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Jembatan Gantung Garuda nantinya diharapkan mampu membuka akses masyarakat, terutama bagi para petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk menuju lahan perkebunan dan membawa hasil panen mereka.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada tahap pengecoran pondasi jembatan. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Meski dikerjakan secara bertahap, pembangunan terus berjalan dengan lancar berkat kerja sama antara personel TNI dan masyarakat setempat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi kepada warga yang terus aktif membantu proses pembangunan melalui semangat gotong royong. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama pengerjaan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan demi kepentingan masyarakat banyak.

“Jembatan ini bukan hanya sekadar penghubung, tetapi juga menjadi penghubung harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Keberadaan Jembatan Gantung Garuda nantinya akan memberikan manfaat besar bagi sekitar 341 Kepala Keluarga dengan total 621 jiwa. Dengan akses yang lebih mudah, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan efisien, termasuk dalam mengangkut hasil pertanian serta meningkatkan roda perekonomian desa.

Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah. Warga pun berharap pembangunan segera rampung sehingga Jembatan Gantung Garuda dapat segera dimanfaatkan sebagai penghubung asa dan kemajuan bagi Desa Lubuk Bingin Baru.

Jembatan Gantung Garuda Lubuk Bingin Baru Capai Progress 67 Persen

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang positif. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses yang lebih aman dan mudah.

Program pembangunan ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong dalam membantu pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Jembatan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, khususnya warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Pada Senin, 25 Mei 2026, proses pembangunan difokuskan pada pengecoran pondasi jembatan. Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum pekerjaan utama dilanjutkan. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 67 persen.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.,Opsla menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut bergotong royong dalam proses pembangunan. Ia berharap pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi warga.

Jembatan Gantung Garuda nantinya akan membantu sekitar 341 Kepala Keluarga dengan total 621 jiwa. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan meningkatkan perekonomian desa.

Pembangunan jembatan ini dilakukan bersama antara TNI dan masyarakat setempat. Semangat gotong royong yang terlihat selama pembangunan menjadi bukti kuat bahwa kerja sama dan kebersamaan mampu menghadirkan harapan baru bagi kemajuan Desa Lubuk Bingin Baru.

Personel Kodim 0409/Rejang Lebong Gotong Royong Tutupi Jalan Berlubang di Kelurahan Tes

Lebong – Wujud kepedulian terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan personel Kodim 0409/Rejang Lebong. Pada Jumat (22/05/2026), anggota TNI melaksanakan kegiatan gotong royong menutupi jalan berlubang di Kelurahan Tes, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Dengan penuh semangat, personel Kodim bersama warga bahu membahu memperbaiki titik-titik jalan yang dinilai membahayakan pengguna kendaraan, terutama saat musim hujan.

Selain memperbaiki akses jalan, kegiatan gotong royong ini juga menjadi bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat. Kehadiran personel Kodim 0409/Rejang Lebong mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Warga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Lebong.


Pesan tulus warga desa untuk bapak Presiden Republik Indonesia

Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kabupaten Rejang Lebong, membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi masyarakat. Kehadiran jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan warga di pelosok desa.

Selama bertahun-tahun, masyarakat harus menghadapi sulitnya akses untuk beraktivitas, terutama saat anak-anak pergi ke sekolah, petani membawa hasil panen, hingga warga yang ingin menuju pusat pelayanan kesehatan. Kini, dengan hadirnya Jembatan Garuda, perjalanan masyarakat menjadi lebih aman, mudah, dan cepat.


Warga Desa Lubuk Bingin Baru menyampaikan rasa terima kasih atas pembangunan jembatan tersebut. Mereka menilai Jembatan Garuda bukan sekadar bangunan infrastruktur, melainkan harapan baru yang membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Kehadiran jembatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa dan mempererat hubungan antarwarga.

“Terima kasih Bapak Presiden, sekarang kami lebih mudah beraktivitas” ungkap salah satu warga penuh haru dan bahagia.

Jembatan Garuda kini berdiri kokoh sebagai lambang semangat, gotong royong, dan harapan masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru untuk masa depan yang lebih maju dan sejahtera. 

"Terima kasih bapak Presiden ,Sekarang kami tidak terlambat lagi menuju sekolah ". Pesan anak-anak Kelurahan Dwi tunggal Rejang lebong untuk Bapak Presiden Republik Indonesia

     “Jembatan Gantung Perintis Garuda bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan dan masa depan masyarakat. Di setiap pijakannya tersimpan doa, semangat, dan asa baru bagi warga Kelurahan Dwi Tunggal dan sekitarnya. Kehadiran jembatan ini juga menjadi jalan bagi anak-anak untuk menggapai pendidikan, mempermudah langkah mereka menuju sekolah demi meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.”

    “Atas bentangan Jembatan Gantung Perintis Garuda, lahir harapan baru bagi masyarakat. Bukan hanya memudahkan aktivitas warga, tetapi juga membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini harus menempuh perjalanan sulit menuju sekolah. Kini, jembatan ini menjadi simbol kemajuan, persatuan, dan masa depan yang lebih cerah bagi Kelurahan Dwi Tunggal dan sekitarnya.”

    “Jembatan Gantung Perintis Garuda hadir bukan hanya untuk menghubungkan dua sisi, melainkan menyambungkan mimpi dan harapan masyarakat. Dari jembatan inilah anak-anak melangkah lebih aman dan mudah menuju sekolah, membawa semangat baru untuk meraih ilmu, cita-cita, dan masa depan yang gemilang.”

Terima Kasih Bapak Presiden Republik Indonesia "Bapak Prabowo Subianto".

Rampung 100 Persen, Jembatan Gantung Garuda Jadi Penghubung Asa Warga Dwi Tunggal

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya rampung 100 persen pada Selasa, 19 Mei 2026. Kehadiran jembatan ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang sejak lama mendambakan akses penghubung yang aman dan nyaman antarwilayah.

Program pembangunan ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong. Pembangunan dilakukan secara teliti dan bertahap guna memastikan kualitas konstruksi tetap kuat dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

Selama proses pengerjaan, personel TNI bersama masyarakat terlihat kompak bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pembangunan. Semangat kebersamaan dan antusias warga begitu terasa karena jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.

Jembatan Gantung Garuda dibangun dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Infrastruktur ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi sekitar 541 kepala keluarga atau lebih dari 1.040 jiwa yang berada di wilayah tersebut. Kehadiran jembatan diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga yang sebelumnya harus melewati jalur sulit dan memakan waktu.


Bagi para pelajar, petani, hingga masyarakat umum, jembatan ini menjadi solusi baru yang sangat membantu. Anak-anak sekolah kini dapat menuju sekolah dengan lebih aman, sementara para petani dapat membawa hasil kebun dan pertanian dengan akses yang lebih cepat dan efisien.

Masyarakat pun mengaku sangat berterima kasih atas pembangunan Jembatan Gantung Garuda tersebut. Warga menilai keberadaan jembatan ini sangat membantu aktivitas sehari-hari, khususnya sebagai jalur penghubung mobilitas pertanian dan akses utama bagi anak-anak menuju sekolah untuk menuntut ilmu. Dengan adanya jembatan baru ini, warga berharap kehidupan dan perekonomian masyarakat akan semakin berkembang.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian warga. Dengan akses transportasi yang lebih baik, biaya angkut hasil panen diharapkan dapat ditekan sehingga pendapatan masyarakat pun berpotensi meningkat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Agung Lewis Oktorada, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap keberadaan jembatan ini dapat menjadi penghubung harapan baru bagi warga dalam meningkatkan mobilitas, perekonomian, serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rejang lebong.

Jembatan Gantung Garuda, Penghubung Asa Warga Rejang Lebong

 

Di tengah hamparan alam Kabupaten Rejang Lebong, harapan baru kini mulai terbentang. Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal hadir sebagai simbol perjuangan dan kepedulian bagi masyarakat pelosok. Sedikit demi sedikit, pembangunan terus diselesaikan. Dengan progres mencapai 95 persen, pengerjaan kini difokuskan pada pemasangan lantai dan glagar memanjang sebagai tahap akhir penyempurnaan jembatan.

 

Pembangunan ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil. Bagi masyarakat Rejang Lebong yang mayoritas berprofesi sebagai petani, jembatan ini akan menjadi urat nadi baru perekonomian.


 Distribusi hasil panen akan lebih mudah, perjalanan lebih singkat, dan aktivitas masyarakat menjadi lebih efisien. Di balik kokohnya pembangunan itu, tersimpan semangat gotong royong antara TNI dan warga yang bekerja bersama demi masa depan yang lebih baik. Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar penghubung antarwilayah. Ia adalah penghubung asa, harapan, dan langkah menuju kesejahteraan masyarakat Rejang Lebong.

HAMPIR SELESAI, Jembatan Gantung Garuda Tingkatkan Antusias Warga Dwi Tunggal Rejang Lebong

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai.

Memasuki tahap akhir pengerjaan pada Selasa, 12 Mei 2026, progres pembangunan jembatan kini telah mencapai 95 persen. Fokus pekerjaan saat ini berada pada pengencangan serta penyetelan tali sling bagian atas dan bawah yang dilanjutkan dengan pengelasan besi geladak membujur jembatan. Seluruh proses dilakukan secara teliti demi memastikan kualitas dan kekuatan konstruksi jembatan.

Suasana pengerjaan pun berlangsung penuh semangat kebersamaan. Personel TNI bersama masyarakat terlihat kompak bergotong royong menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Antusias warga sangat tinggi karena keberadaan jembatan tersebut sudah lama dinantikan sebagai sarana penghubung utama antarwilayah.

Jembatan gantung ini dibangun dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Kehadirannya nantinya akan memberikan manfaat besar bagi sekitar 541 kepala keluarga atau lebih dari 1.040 jiwa. Warga meyakini akses baru ini akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak sekolah, petani, dan masyarakat yang selama ini harus menempuh jalur yang cukup sulit.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Dengan akses yang lebih cepat dan aman, biaya transportasi diharapkan dapat ditekan sehingga hasil panen warga dapat lebih mudah dipasarkan dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.,Opsla menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat menjadi solusi bagi warga dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat pun menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan mampu menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi daerah.

Batik ChaCha Mentari Raih Antusiasme Tinggi di Pameran UMKM “Persit Bisa 2” Balai Kartini Jakarta

Pameran UMKM “Persit Bisa 2” yang digelar di Balai Kartini pada 7–9 Mei 2026 menjadi momentum berharga bagi Batik ChaCha Mentari untuk memperkenalkan karya batik daerah ke tingkat nasional. Melalui berbagai koleksi batik dengan motif elegan dan modern, Batik ChaCha Mentari berhasil menarik perhatian para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati booth Batik ChaCha Mentari selama pameran berlangsung. Tingginya minat pembeli membuat omzet penjualan meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi bukti bahwa produk batik lokal memiliki daya saing tinggi dan mampu mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

Tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan penjualan, keikutsertaan Batik ChaCha Mentari dalam ajang “Persit Bisa 2” juga menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas. Setiap motif batik yang ditampilkan membawa ciri khas dan nilai budaya yang menggambarkan kekayaan daerah Bengkulu.

Kehadiran Batik ChaCha Mentari di pameran tersebut turut membawa nama Bengkulu semakin dikenal di tingkat nasional. Banyak pengunjung yang mengaku tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang budaya dan potensi daerah setelah melihat langsung koleksi batik yang dipamerkan.



Pendiri Batik ChaCha Mentari, Ely Dewa, menyampaikan bahwa dukungan dan motivasi di lingkungan Persit menjadi kekuatan besar bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang. Menurutnya, semangat kebersamaan dan dorongan untuk mandiri membuat para pelaku usaha semakin percaya diri dalam mengembangkan produk daerah agar mampu bersaing secara luas.

Ia juga berharap Batik ChaCha Mentari dapat terus berkembang menjadi UMKM batik yang lebih maju, meningkatkan penjualan secara berkelanjutan, serta terus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Semangat untuk terus berkarya dan berinovasi menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah.


Selain itu, Batik ChaCha Mentari turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari Kristomei Sianturi serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XXI/RI, Asti Kristomei. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi Batik ChaCha Mentari untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah dan membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk terus maju.

Jembatan Gantung Garuda Penghubung Asa dan Harapan Warga Rejang Lebong

Di balik semangat pengabdian kepada rakyat, TNI terus hadir membawa harapan bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang bermanfaat. Salah satunya melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal dan Desa Lubuk Bingin Baru, Kabupaten Rejang Lebong, yang saat ini terus menunjukkan progres signifikan.

jembatan garuda kelurahan dwi tunggal

Program pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membuka keterisolasian serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.

Pada Senin, 11 Mei 2026, pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal telah memasuki tahap pemasangan hanger jembatan dengan progres pekerjaan mencapai 94 persen. Sementara itu, pembangunan jembatan di Desa Lubuk Bingin Baru masih berfokus pada pengerjaan pondasi dengan progres mencapai 65 persen. Kedua pembangunan tersebut terus dikerjakan secara bertahap demi memastikan kualitas dan keamanan jembatan.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong,Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.,Opsla menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mendukung jalannya pembangunan. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pekerjaan di lapangan.

Ia berharap pembangunan jembatan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target yang telah direncanakan. Dengan selesainya pembangunan tersebut, masyarakat nantinya dapat menikmati akses penghubung yang lebih aman dan efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Jembatan garuda desa lubuk bingin baru

Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diyakini akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani nantinya akan lebih mudah mengangkut hasil panen, sehingga distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan hemat waktu.

Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan mampu menghadirkan harapan baru bagi daerah. Jembatan Gantung Perintis Garuda tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol persatuan dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong menuju masa depan yang lebih sejahtera.

 Jembatan Garuda Penghubung asa Warga Kelurahan Dwi Tunggal Kab. Rejang Lebong.

Jembatan Garuda Penghubung asa Warga Kelurahan Dwi Tunggal Kab. Rejang Lebong.

“Di balik semangat pengabdian kepada rakyat, TNI hadir membangun harapan bagi masyarakat.

https://www.instagram.com/reel/DYGcVACzv1a/?igsh=MWMzNm90eWlwbnVpaQ==

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan progres yang signifikan.

Jembatan ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, bapak Prabowo Subianto, yang di gagas di wilayah kodim 0409/Rejang Lebong  bertujuan menghadirkan akses penghubung yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat di pelosok daerah.



Kehadiran jembatan ini nantinya akan memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta membantu para petani membawa hasil panen dengan lebih cepat dan aman.

Dengan semangat gotong royong, TNI bersama masyarakat bahu membahu menyelesaikan pembangunan demi masa depan yang lebih baik.


Karena bagi TNI, pengabdian bukan hanya menjaga negeri… tetapi juga membangun harapan untuk rakyat.”

Jembatan Gantung Garuda Penyambung Asa Warga Lubuk Bingin Baru, Progress Capai 61 Persen

Rejang Lebong – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mendambakan akses penghubung yang aman, cepat, dan memadai. Infrastruktur tersebut diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendorong kemajuan desa di berbagai sektor.

Program pembangunan ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat pedesaan. Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang masih membutuhkan perhatian. Hingga Kamis, 7 Mei 2026, proses pengerjaan jembatan terus berjalan dengan fokus pada pembangunan pondasi sebagai penopang utama konstruksi.

Tahap pembangunan pondasi menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang. Para pekerja bersama masyarakat tampak bergotong royong menyelesaikan pekerjaan dengan penuh semangat. Meski medan yang dilalui cukup menantang, proses pembangunan tetap berjalan lancar sesuai target yang telah direncanakan.

Saat ini, progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai 61 persen. Nantinya, jembatan tersebut akan memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter. Ukuran itu dinilai cukup ideal untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama sebagai jalur penghubung utama antarwilayah di desa.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pembangunan demi kepentingan bersama.

Ia juga berharap pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran jembatan ini diyakini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan perekonomian warga, khususnya bagi para petani yang selama ini mengalami kesulitan akses transportasi.

Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat nantinya dapat lebih mudah membawa hasil pertanian menuju pasar maupun pusat penjualan. Waktu tempuh akan menjadi lebih singkat, biaya transportasi lebih hemat, dan aktivitas warga pun semakin lancar. Jembatan Gantung Garuda kini tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol harapan baru menuju kesejahteraan masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru.

Batik ChaCha Mentari Siap Tampil di Ajang Persit Bisa 2 di Jakarta

Batik ChaCha Mentari dari Rejang Lebong bersiap mengikuti ajang Persit Bisa 2 yang akan digelar di Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk batik lokal ke tingkat yang lebih luas. 

Persiapan telah dilakukan sejak awal Januari 2026. Proses produksi dilakukan di workshop Batik ChaCha Mentari dengan melibatkan para pengrajin lokal. Tahapan produksi meliputi pemilihan bahan, pembuatan motif, hingga proses pewarnaan yang dikerjakan secara teliti. 

Selain kain batik, Batik ChaCha Mentari juga menyiapkan produk siap pakai berupa kemeja batik pria. Produk tersebut dirancang dengan desain modern dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, baik formal maupun nonformal. 

Setelah proses produksi selesai, tim melakukan kurasi untuk menentukan produk yang akan dibawa ke ajang tersebut. Pemilihan dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas bahan, kerapian jahitan, serta tampilan produk secara keseluruhan. 

Keberangkatan tim Batik ChaCha Mentari menuju Jakarta dilepas oleh Pembina serta Ketua Persit KCK Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/Radin Inten. Pelepasan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap partisipasi dalam ajang Persit Bisa 2. 

Melalui keikutsertaan ini, Batik ChaCha Mentari diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat  terhadap produk batik lokal. 

Pengunjung Persit Bisa 2 nantinya dapat melihat langsung berbagai koleksi batik yang ditampilkan di booth Batik ChaCha Mentari. Produk yang dipamerkan meliputi kain batik serta kemeja dengan beragam motif khas. 

Keikutsertaan Batik ChaCha Mentari dalam ajang ini menjadi salah satu upaya pelaku usaha lokal dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.

Capai 86 Persen, Jembatan Gantung Garuda Tingkatkan Antusias Warga Dwi Tunggal

Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Program yang digagas oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh akses penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai.

Pada Rabu, 6 Mei 2026, kegiatan pembangunan masih terus berlangsung dengan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 86 persen, menandakan bahwa proyek tersebut semakin mendekati tahap penyelesaian.

Saat ini, fokus pengerjaan diarahkan pada pengecoran rabat beton di bagian pangkal jembatan. Pekerjaan tersebut menjadi akses utama yang nantinya digunakan masyarakat sebagai jalur keluar masuk menuju jembatan gantung.


Tahapan pengecoran ini dinilai sangat penting karena berperan dalam menopang kekuatan struktur jembatan secara keseluruhan. Dengan pengerjaan yang dilakukan secara teliti dan sesuai standar, jembatan diharapkan mampu bertahan lama serta aman digunakan.

Jembatan gantung ini memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Kehadirannya diproyeksikan akan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang layak.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini dapat memperlancar distribusi hasil pertanian warga. Akses yang lebih mudah akan membantu mengurangi biaya angkut dan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen masyarakat.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.



Jembatan Gantung Garuda Penyambung Asa Desa Lubuk Bingin Baru, Progres Capai 50 Persen

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi warga yang selama ini membutuhkan akses penghubung yang lebih aman dan mudah. Infrastruktur tersebut diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah pedesaan. Selain itu, jembatan ini juga diharapkan menjadi pendorong kemajuan desa ke arah yang lebih baik.

Proyek pembangunan ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut menjadi wujud nyata percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang membutuhkan perhatian lebih. Pada Selasa, 05 Mei 2026, pengerjaan jembatan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penguatan struktur utama serta penyempurnaan bagian pondasi dan rangka jembatan.

Hingga saat ini, progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai 50 persen. Nantinya, jembatan ini akan dibangun dengan panjang 60 meter dan lebar 1,2 meter. Ukuran tersebut dinilai cukup ideal untuk menunjang mobilitas warga sehari-hari. Dengan hadirnya jembatan ini, akses antarwilayah akan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Ia menegaskan bahwa pembangunan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membawa harapan dan masa depan bagi masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun selama proses pengerjaan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas.

Manfaat besar dari pembangunan jembatan ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani. Mereka nantinya akan lebih mudah membawa hasil panen menuju pasar atau pusat penjualan. Waktu tempuh yang sebelumnya cukup lama dapat dipersingkat secara signifikan. Hal ini tentu berdampak pada efisiensi biaya serta peningkatan pendapatan warga. 

Selain memberikan dampak ekonomi, jembatan ini juga akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman, sementara warga yang membutuhkan layanan kesehatan dapat menjangkaunya dengan lebih cepat. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi nyata atas berbagai keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga menjadi simbol kuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat nyata dalam setiap tahapan pekerjaan yang dilaksanakan bersama. Kebersamaan ini membuktikan bahwa kemajuan daerah dapat terwujud melalui kerja sama yang solid. Dengan semangat persatuan, jembatan ini diharapkan benar-benar menjadi penyambung asa menuju kesejahteraan masyarakat.

Back To Top