Curup – Pembangunan Jembatan
Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus
menunjukkan perkembangan yang signifikan. Program yang digagas oleh Kodim
0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh akses
penghubung yang lebih aman, nyaman, dan memadai.
Pada Rabu, 6 Mei 2026, kegiatan pembangunan masih terus berlangsung dengan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 86 persen, menandakan bahwa proyek tersebut semakin mendekati tahap penyelesaian.
Saat ini, fokus pengerjaan diarahkan pada pengecoran rabat beton di bagian pangkal jembatan. Pekerjaan tersebut menjadi akses utama yang nantinya digunakan masyarakat sebagai jalur keluar masuk menuju jembatan gantung.
Tahapan pengecoran ini dinilai sangat penting karena berperan dalam menopang kekuatan struktur jembatan secara keseluruhan. Dengan pengerjaan yang dilakukan secara teliti dan sesuai standar, jembatan diharapkan mampu bertahan lama serta aman digunakan.
Jembatan gantung ini memiliki
panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Kehadirannya diproyeksikan akan
memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa yang selama
ini membutuhkan akses penyeberangan yang layak.
Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini dapat memperlancar distribusi hasil pertanian warga. Akses yang lebih mudah akan membantu mengurangi biaya angkut dan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen masyarakat.
Komandan Kodim 0409/Rejang
Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, menyampaikan bahwa
pembangunan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat.
Ia berharap jembatan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus
memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Thanks for reading Capai 86 Persen, Jembatan Gantung Garuda Tingkatkan Antusias Warga Dwi Tunggal. Please share...!


.jpeg)