Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan positif. Proyek yang digagas Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih baik dan aman.
Pada Jumat, 17 April 2026, pekerjaan pembangunan terus dilaksanakan dengan semangat kebersamaan antara TNI dan warga. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 12,2 persen, dengan fokus pekerjaan pada penganyaman besi cakar ayam sebagai dudukan angkur jembatan. Tahapan ini penting untuk memastikan kekuatan konstruksi jembatan ke depannya.
Jembatan gantung ini dirancang memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Nantinya, jembatan ini akan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Kehadirannya diharapkan mampu mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selain menjadi penghubung Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini akan membantu kelancaran distribusi hasil pertanian warga. Dengan akses yang lebih cepat dan efisien, biaya transportasi dapat ditekan sehingga pendapatan masyarakat berpotensi meningkat.
Pasi Ter Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Inf Tasmi Basiroroni, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut nantinya dapat mempermudah warga membawa hasil panen, menghemat biaya angkut, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan ini juga menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik. Prajurit TNI dan warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan di lapangan. Kebersamaan ini diharapkan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Thanks for reading Progress Jembatan Gantung Garuda Capai 12,2 Persen, Harapan Baru Warga Dwi Tunggal. Please share...!


