Curup – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kegiatan yang digagas oleh Kodim 0409/Rejang Lebong ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses penghubung yang lebih aman dan nyaman.
Pada Minggu, 19 April 2026, proses pembangunan masih terus berjalan dengan semangat kebersamaan antara TNI dan warga. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 19 persen. Pekerjaan difokuskan pada pembuatan pondasi, khususnya penganyaman besi cakar ayam sebagai dudukan angkur jembatan. Tahapan ini sangat penting untuk memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan ke depan.
Jembatan gantung ini direncanakan memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Nantinya, jembatan ini akan memberikan manfaat bagi 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian warga. Dengan akses yang lebih cepat dan efisien, biaya transportasi dapat ditekan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Ia berharap jembatan ini nantinya dapat membantu warga dalam membawa hasil panen, menghemat biaya angkut, serta meningkatkan kesejahteraan.
Pembangunan ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik. Prajurit TNI bersama warga bekerja bahu-membahu di lapangan. Kebersamaan ini diharapkan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Thanks for reading Progres Pondasi Jembatan Gantung Garuda Capai 19 Persen. Please share...!


